BOJONEGORO – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi ruang kelas tak layak pakai di wilayah Kecamatan Tambakrejo viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak bangunan sederhana dengan dinding kayu dan berlobang, berlantai tanah, dan fasilitas belajar yang minim. Ruang itu disebut menjadi tempat belajar bagi sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Camat Tambakrejo, Kasmari, saat dikonfirmasi suarasatu.com membenarkan bahwa bangunan dalam video tersebut merupakan kelas milik MI Silahul Muslimin, yang berada di bawah Yayasan Subulul Huda di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo.

“Itu lembaga induknya di Dusun Daplangu Desa Napis, terus buka kelas lagi di Dusun Koripan untuk kelas 1, 2 dan 3 karena ada tanah hibah dari warga,” jelas Kasmari.

Menurut Kasmari, pendirian ruang belajar tersebut merupakan upaya warga untuk mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak di dusun setempat yang lokasinya cukup jauh kurang lebih berjarak 2 kilometer dari bangunan utama madrasah. Di Dusun Koripan sendiri saat ini terdapat tiga ruang kelas yang digunakan untuk siswa kelas 1 sampai kelas 3.

“MI di Dusun Koripan sendiri ada tiga kelas, dari kelas 1–3. Total siswanya ada 16 siswa. Sejak tahun 2023,” tambah Kasmari.

Ia menjelaskan, bangunan itu didirikan secara mandiri oleh masyarakat setelah ada warga yang mewakafkan tanahnya untuk yayasan.

“Jadi awalnya ada warga yang mewakafkan tanahnya untuk yayasan, terus untuk mendekatkan jarak anak sekolah maka dibangun MI secara swadaya oleh masyarakat,” terang Kasmari.

Terkait viralnya video tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta yayasan untuk menindaklanjuti kondisi bangunan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan layak bagi para siswa. Pemerintah kecamatan juga mendorong agar lembaga pendidikan tersebut segera mengajukan bantuan perbaikan melalui jalur resmi, baik ke Kemenag maupun pemerintah daerah.

Hingga kini, kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut masih berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas seadanya sambil menunggu langkah perbaikan lebih lanjut. (hil/sam)