BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro terus mempertegas jati dirinya sebagai Negeri Minyak yang kaya akan warisan geologi. Terbaru, jumlah geosite dalam Geopark Bojonegoro resmi bertambah dari 16 menjadi 21 lokasi, sebagai bagian dari upaya menuju standar nasional hingga internasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, mengatakan penambahan geosite ini bukan sekadar memperluas destinasi wisata, melainkan memperkuat narasi besar tentang kekhasan Bojonegoro yang berbasis sejarah geologi minyak dan gas.

“Saat ini Geopark Bojonegoro memiliki 21 geosite. Penambahan ini dilakukan untuk menegaskan kekhasan Bojonegoro, khususnya pada aspek sejarah geologi migas, bentang alam, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat,” ujar Gunawan.

Menurutnya, Bojonegoro memiliki fenomena geologi yang tidak dimiliki daerah lain, salah satunya aktivitas penambangan minyak tradisional yang masih bertahan hingga kini. Keberadaan sumur tua dan struktur geologi migas menjadi bukti sejarah panjang energi yang tumbuh berdampingan dengan kehidupan sosial warga.

“Geosite-geosite ini tidak hanya merepresentasikan keindahan alam, tetapi juga mencerminkan perjalanan panjang Bojonegoro sebagai wilayah penghasil energi sejak ratusan tahun lalu,” jelas Gunawan.

Gunawan menegaskan, pengembangan Geopark Bojonegoro diarahkan untuk memenuhi standar geopark nasional hingga internasional, dengan mengedepankan integrasi antara konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Penguatan geopark ini kami rancang agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal, baik melalui edukasi, ekonomi kreatif, maupun pariwisata berbasis konservasi,” tambahnya.

Geopark Bojonegoro Miliki 21 Geosite, Perkuat Identitas Negeri Minyak

(Kayangan Api di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem)

Seiring bertambahnya jumlah geosite, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis Geopark Bojonegoro dapat melangkah lebih jauh menuju pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp). Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut.

Berikut daftar resmi 21 geosite Geopark Bojonegoro:

Warisan Migas dan Geologi Utama:

1. Formasi Wonocolo (Sumur Tua Wonocolo)

2. Geosite Antiklin Kawengan

3. Geosite Teksas Wonocolo

4. Geosite Bukit Tidar Migas

5. Geosite Sumur Minyak Tua Ledok

6. Geosite Lembah Antiklin Nglobo

Keajaiban Alam dan Bentang Alam: 

7. Geosite Kayangan Api

8. Geosite Kedung Lantung

9. Geosite Goa Macan

10. Geosite Goa Susur

11. Geosite Air Terjun Krondonan

12. Geosite Bengawan Solo Purba

13. Geosite Kedung Maor

14. Geosite Struktur Lipatan Sekar

15. Geosite Tebing Batuan Sedah

16. Geosite Fosil Kayu Purwosari

17. Geosite Kali Gandong

18. Geosite Struktur Patahan Malo

19. Geosite Bukit Kapur Dander

20. Geosite Endapan Sungai Purba Baureno

21. Formasi Beji

Dengan kekayaan tersebut, Bojonegoro tak lagi sekadar dikenal sebagai daerah penghasil energi fosil, melainkan sebagai laboratorium alam terbuka yang menyimpan jejak sejarah bumi dan siap dikenalkan ke panggung dunia. (sam)