BOJONEGORO – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro dan mendengarkan langsung testimoni perubahan dari para siswa serta orang tua, Rabu (22/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul berdialog dengan siswa dan wali murid yang menyampaikan berbagai perubahan positif sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, mulai dari kedisiplinan, sikap, hingga kepercayaan diri.
Salah satu siswa, Ahmad Halim (15), asal Kecamatan Tambakrejo, mengaku antusias bisa bertemu langsung dengan Menteri Sosial.
“Deg-degan, tapi senang bisa ngobrol langsung dengan Pak Menteri,” ujar Ahmad Halim.
Suasana haru terjadi saat Aji Supangat (15), siswa asal Kecamatan Sidomulyo, naik ke atas panggung bersama ibunya, Sri Asih. Ia mengungkapkan putranya mengalami banyak perubahan selama sekitar enam bulan bersekolah di SRMA 36 Bojonegoro.
Cerita serupa disampaikan Sri Rohana, ibu dari Eliana Ayatul Khusna asal Kelurahan Mlaten.
“Selama di sini banyak perubahan,” ujar Sri Rohana.
Orang tua siswa lainnya menilai perubahan terlihat dari kedisiplinan ibadah, pola bangun pagi, hingga sikap berbicara yang lebih sopan.
“Dulu waktu SMP bangunnya siang, sekarang sudah lebih pagi, sholatnya juga lebih teratur. Dari sekolah rakyat ini sangat-sangat membantu saya dan suami, dari segi pendidikan dan ekonomi,” ungkapnya.
Siti Mutmainah, ibu dari Aberliani Zifara Kanaya Julia Putri asal Kecamatan Ngasem, juga menyampaikan rasa syukurnya atas program Sekolah Rakyat.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri, dan pemerintah daerah. Anak saya empat, jujur untuk pendidikan sangat berat. Dengan adanya program ini sangat membantu keluarga kami,” tutur Siti Mutmainah.
Menanggapi hal tersebut, Mensos Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyentuh kesejahteraan keluarga.
“Jadi nanti anaknya disekolahkan, rumah orang tuanya dibenahi agar lebih layak huni,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden.
“Ini adalah instruksi dari Presiden, saya hanya memperantarai untuk arahan ini,” ungkapnya.
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan berjenjang dari SD hingga SMA. Di Bojonegoro, Sekolah Rakyat direncanakan menerima 300 siswa setiap tahun, dengan seleksi berbasis pemetaan bakat tanpa tes akademik.
Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi pembelajaran serta penerapan sistem boarding school untuk penguatan karakter.
Di akhir kunjungan, Gus Ipul menegaskan proses rekrutmen siswa harus bebas dari praktik kecurangan.
“Seleksi siswa Sekolah Rakyat harus bersih dari korupsi. Tidak boleh sogok-menyogok, tidak boleh titip-menitip. Semua berbasis data, didatangi ke rumahnya, dicek, baru bisa resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat,” tegasnya. (sam)