BOJONEGORO – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan cukup signifikan selama bulan Ramadan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus harga Rp120 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar Kota Bojonegoro, harga cabai terus merangkak naik dalam sepekan terakhir. Sebelumnya cabai rawit merah dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram, namun kini melonjak menjadi Rp120 ribu per kilogram.
Tak hanya cabai rawit, harga cabai merah keriting juga ikut mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp75 ribu per kilogram.
Selain cabai, beberapa komoditas bumbu dapur lainnya juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp45 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat juga meningkat dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Sumiati, salah satu pedagang di Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, kenaikan harga cabai diduga akibat menipisnya pasokan dari daerah penghasil. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta curah hujan tinggi membuat produksi cabai dari petani menurun.
“Pasokan dari petani berkurang karena cuaca sering hujan. Jadi barang yang masuk ke pasar juga sedikit,” ujar Sumiati, Jum'at (6/3/2026).

Menurutnya, mahalnya harga sejumlah komoditas tersebut juga berdampak pada penjualan pedagang. Omzet mereka disebut mengalami penurunan hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Keluhan juga datang dari warga yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kebutuhan dapur. Salah satu warga, Rina, mengaku terpaksa mengurangi penggunaan cabai karena harganya yang semakin mahal.
“Biasanya beli setengah kilo, sekarang paling seperempat saja sudah 30 ribu. Harganya mahal sekali, apalagi sekarang bulan puasa kebutuhan dapur juga banyak,” kata Rina.
Para pedagang memperkirakan harga cabai masih berpotensi bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan selama pasokan dari petani belum kembali normal dan permintaan meningkat selama Ramadan. (Ar)