BOJONEGORO - Libur panjang Iduladha 1447 H/2026 membawa berkah tersendiri bagi moda transportasi massal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mencatat adanya lonjakan tajam mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonegoro, Jawa Timur. Ribuan pelanggan memadati stasiun tersebut untuk mudik, silaturahmi, hingga berwisata.

​Pada hari H Iduladha yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), Stasiun Bojonegoro tercatat melayani total 2.198 pelanggan. Uniknya, jumlah penumpang yang turun jauh lebih mendominasi ketimbang yang berangkat.

​"Dari jumlah tersebut, sebanyak 676 pelanggan tercatat berangkat dan 1.522 pelanggan datang di Stasiun Bojonegoro," ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).

​Menurut Mahendro, tingginya angka kedatangan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu libur lebaran kurban tahun ini.

​"Peningkatan jumlah pelanggan yang tiba di Stasiun Bojonegoro menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan transportasi kereta api untuk perjalanan silaturahmi, wisata, maupun berkumpul bersama keluarga," tambahnya.

​Tren kepadatan ini diprediksi masih akan terus bergulir. Berdasarkan data per Jumat (29/5) pukul 10.00 WIB hari ini saja, Stasiun Bojonegoro bersiap melayani 1.553 pelanggan, dengan rincian 758 penumpang berangkat dan 795 penumpang turun. Angka ini dipastikan masih akan merangkak naik hingga jadwal perjalanan kereta api terakhir malam nanti.

​Secara akumulatif sejak awal libur panjang yakni periode 26 hingga 29 Mei 2026, Stasiun Bojonegoro sudah melayani total 7.963 pelanggan (3.275 berangkat dan 4.688 datang).

​KAI memproyeksikan, hingga akhir masa libur panjang pada 1 Juni 2026 mendatang, total pergerakan manusia di Stasiun Bojonegoro akan menembus angka belasan ribu.

​"Selama masa libur panjang 26 Mei hingga 1 Juni 2026, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan akan melayani sebanyak 12.258 pelanggan, dengan rincian 5.964 pelanggan berangkat dan 6.294 pelanggan datang," papar Mahendro.

​Mengantisipasi kepadatan yang terjadi, KAI Daop 8 Surabaya memastikan seluruh aspek operasional berjalan prima. Mulai dari kesiapan petugas pelayanan, kondisi sarana-prasarana, hingga penguatan faktor keamanan di area stasiun dan jalur kereta.

​Kendati demikian, pihak KAI tetap memberikan wanti-wanti kepada para calon penumpang agar terhindar dari masalah klasik seperti tertinggal kereta atau kehilangan barang.

​"Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan kembali jadwal keberangkatan, serta menjaga barang bawaan pribadi selama perjalanan agar perjalanan tetap aman dan nyaman," pungkas Mahendro.