BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro mencatat prestasi membanggakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro pada 2025 melampaui proyeksi dan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya se-Jawa Timur.

Dari proyeksi IPM sebesar 73,54 (kenaikan 0,79 persen), realisasi tahun ini justru mencapai 73,74 atau tumbuh 0,99 persen.

“Kabupaten Bojonegoro mencatat pertumbuhan IPM tertinggi di 2025 se-Jawa Timur dengan angka 1,36 persen. Sedangkan rata-rata pertumbuhan IPM dari 2021 hingga 2024 sebesar 0,96 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Zulkipli, dalam press release Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Timur.

Disebutkan, sebanyak 26 kabupaten/kota termasuk Bojonegoro mengalami pertumbuhan IPM lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2021–2024. Peningkatan tersebut ditopang oleh tiga dimensi utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

Pada dimensi pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Bojonegoro naik dari 7,59 tahun (2024) menjadi 7,78 tahun di 2025. Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat dari 13,18 menjadi 13,27 tahun.

Dari sisi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat dari 74,91 tahun menjadi 75,20 tahun. Adapun standar hidup layak yang diukur dari pengeluaran riil per kapita per tahun mencapai Rp11,796 juta atau naik Rp592 ribu dibanding tahun sebelumnya (Rp11,204 juta).

“Peningkatan IPM Kabupaten Bojonegoro naik 0,99 poin, dari 72,75 di 2024 menjadi 73,74 di 2025. Ini merupakan capaian tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Timur pada periode ini,” terang Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan, Jumat (7/11/2025).

Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur, Bojonegoro terus mempertahankan status IPM tinggi dan menunjukkan tren kenaikan setiap tahun.

  • 2023: 71,80 (status tinggi)
  • 2024: 72,75 (status tinggi)
  • 2025: 73,74 (status tinggi)

Capaian ini menunjukkan upaya nyata Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. (sam)