BOJONEGORO – Harapan warga Kecamatan Temayang untuk menikmati fasilitas kesehatan dekat rumah harus tertunda sejenak. Rencana grand opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang yang semula dijadwalkan pada 26 Januari 2026 resmi diundur.

Hingga memasuki Februari, gedung megah tersebut masih tampak sepi dari aktivitas pelayanan medis.

Penundaan ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Andika, salah seorang warga setempat, mengaku bingung karena informasi yang diterimanya tidak kunjung terealisasi.

​“Saya dapat kabar kalau grand openingnya tanggal 26 Januari kemarin, tapi sekarang sudah Februari belum ada info lanjut. Harapannya segera dibuka, biar kalau berobat tidak usah jauh-jauh ke kota,” keluh Andika (2/2/2026).

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik, memberikan klarifikasi terkait mandeknya operasional rumah sakit tipe D tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa kendala utama terletak pada Izin Operasional yang masih dalam proses verifikasi administratif dan lapangan.

​“Nggih mundur, karena izin operasional masih proses,” ujar Ninik singkat saat dikonfirmasi suarasatu.com. Senin (2/2/2026).

Ditambahkan oleh Ninik, dijadwalkan pekan ini akan berlangsung proses perizinan RSUD Temayang.

"5 Februari 2026 Visitasi lapangan oleh Dinkes Provinsi Jatim dan PERSI Jatim," imbuh Kadinkes Ninik.

​Meski sarana prasarana dan tenaga medis diklaim sudah siap, para dokter spesialis di RSUD Temayang saat ini masih dalam posisi standby. Mereka belum bisa melayani pasien secara legal karena terbentur aturan administratif.

​“Dokter spesialisnya sudah siap. Namun, mereka belum bisa mengurus Surat Izin Praktik (SIP) sebelum rumah sakit memiliki izin operasional resmi,” tegas Ninik.

​Pihak Dinkes Bojonegoro tetap optimis bahwa rumah sakit ini akan mulai beroperasi penuh pada bulan Februari ini. Kehadiran RSUD Temayang diproyeksikan menjadi solusi bagi masyarakat Bojonegoro wilayah selatan agar tidak lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis. (ar/sam)