BOJONEGORO - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai rawit di Kabupaten Bojonegoro melonjak tajam. Kenaikan tersebut terjadi dalam sepekan terakhir dan ditengarai akibat tingginya intensitas hujan yang berdampak pada berkurangnya pasokan dari petani.
Hasil pantauan di Pasar Kota Bojonegoro, harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram. Padahal, pada pekan sebelumnya masih berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang, Sumiati, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. “Naiknya mulai minggu lalu. Sekarang sudah Rp95 ribu per kilo,” ujar Sumiati, Rabu (11/2/2026).
Sumiati menyebut, dalam kondisi normal harga cabai rawit biasanya berada di rentang Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Namun menjelang Ramadan dan Idulfitri, harga komoditas ini hampir selalu merangkak naik karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Menurut Sumiati, tradisi hajatan serta meningkatnya konsumsi rumah tangga saat bulan puasa turut mendorong tingginya permintaan cabai di pasaran. Bahkan, ia memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga mendekati Lebaran.
Meski demikian, lonjakan harga belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan omzet. Ia mengaku aktivitas jual beli tahun ini justru terasa lebih lesu dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kalau ramai belum juga. Tahun lalu lebih ramai, sekarang pembeli cenderung sepi,” tutupnya. (sam)