BOJONEGORO — Keripik singkong bermerek Matoh, produk UMKM asal Kota Minyak Bojonegoro, kini mulai merambah pasar internasional. Salah satu negara tujuan ekspornya adalah Arab Saudi.
Ekspor perdana ini secara resmi dilepas oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Retno Wulandari, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan dari unsur perbankan.
Bupati Setyo Wahono menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya terhadap pelaku UMKM PT Pareto Estu Guna.
"Saya sangat mengapresiasi seluruh karyawan PT Pareto Estu Guna yang hari ini berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Ini menjadi awal yang baik. Semoga ke depan dapat terjalin kolaborasi, khususnya dalam pengembangan singkong dan pembinaan UMKM,” ujar Bupati Wahono.
Dalam prosesi pelepasan ekspor di pabrik Keripik Matoh, Bupati Setyo Wahono melakukan pemotongan pita dan prosesi pecah kendi sebagai tanda diberangkatkannya satu truk kontainer berisi produk keripik menuju Arab Saudi.
Sementara itu, pemilik PT Pareto Estu Guna, Aswin Santoso, mengatakan bahwa keripik Matoh sebelumnya juga telah masuk pasar sejumlah negara, di antaranya Kuwait, Malaysia, dan Singapura.
"Kami mengikuti pameran setiap tahun sehingga bisa mendapatkan buyer," kata Aswin di lokasi pabrik.
Namun, Aswin mengakui pihaknya masih mengalami kesulitan dalam memperoleh singkong berkualitas dari wilayah Bojonegoro, sehingga harus mendatangkan bahan baku dari beberapa daerah di Jawa Timur seperti Malang dan Kediri.
"Bahan baku singkong yang paling bagus sebenarnya ada di Bojonegoro, hanya saja jumlahnya masih sedikit. Karena itu kami masih mengambil dari Malang dan Kediri. Setiap hari kami bisa memproduksi hingga dua ton," jelas Aswin Santoso. (Adv)