BOJONEGORO - Gedung Puskesmas Tanjungharjo yang berada di Jalan Poros Desa Kedaton - Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, hingga kini belum juga beroperasi meski pembangunannya telah rampung sejak 2024 lalu.

Diketahui bangunan fasilitas kesehatan itu menelan anggaran Rp8,4 miliar dari APBD tersebut justru tampak terbengkalai dan tak beroperasi.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi gedung yang sepi tanpa aktivitas pelayanan. Rumput liar tumbuh di halaman depan dan nampak terlihat hanya ada dua petugas. Puskesmas yang berada di tengah area persawahan itu diketahui sudah tidak melayani masyarakat selama beberapa bulan terakhir.

"Sudah lama, kira-kira sudah sekitar empat bulan lebih puskesmas ini tutup," ujar Ratno, seorang petani sekitar puskesmas, saat ditemui suarasatu.com, Rabu (24/12/2025).

Informasi lain menyebutkan bahwa seluruh pelayanan kesehatan sementara ini kembali dipusatkan di gedung Puskesmas Tanjungharjo lama yang berjarak sekitar dua kilometer ke arah barat dari bangunan baru.

"Pelayanan kembali dilakukan di gedung puskesmas yang lama," ungkap salah satu pegawai puskesmas yang enggan disebutkan namanya. Namun, saat ditanya mengenai alasan penutupan gedung baru, pegawai tersebut mengaku tidak mengetahui penyebabnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati saat dikonfirmasi menjelaskan bangunan tersebut tidak bisa dipakai untuk melayani masyarakat karena berdiri di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

"Gedung baru puskesmas tidak bisa digunakan karena berdiri di lahan LSD,” ujar Ninik.

Namun, Ninik tidak menjelaskan secara rinci terkait perencanaan awal pembangunan Puskesmas Tanjungharjo tersebut. Meski demikian, Ia mengklaim bahwa Puskesmas Tanjungharjo yang baru tetap digunakan dan dirawat setiap hari. 

"Puskesmas baru tetap digunakan setiap hari untuk kegiatan, termasuk cek kesehatan gratis dan kegiatan rapat. Setiap hari gedung juga dibersihkan oleh petugas " kata Ninik.

Berdasarkan data pada laman Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau Inaproc, pembangunan Puskesmas Tanjungharjo dibiayai melalui APBD Kabupaten Bojonegoro dengan total anggaran Rp8,4 miliar. Proyek tersebut dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama pada tahun 2023 dialokasikan anggaran sebesar Rp5,4 miliar dan dikerjakan oleh CV Pangestu Jaya. Selanjutnya, pembangunan tahap kedua pada tahun 2024 kembali dianggarkan sebesar Rp3 miliar. (sam)