BOJONEGORO – Perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang tahun 2025, PAD dari sektor pariwisata tercatat mencapai Rp1,19 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya optimalisasi pengelolaan destinasi wisata yang terus dilakukan pemerintah daerah secara berkelanjutan.
“Ini menunjukkan minat kunjungan masyarakat ke objek wisata di Bojonegoro terus meningkat, sekaligus menjadi indikator membaiknya pengelolaan dan pelayanan di sektor pariwisata,” ujar Lukiswati.
Berdasarkan data Disbudpar Bojonegoro, realisasi PAD sektor pariwisata dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi, namun tetap menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, PAD pariwisata tercatat sebesar Rp1,06 miliar. Angka tersebut sempat menurun pada tahun 2024 menjadi Rp859 juta, sebelum akhirnya melonjak signifikan pada tahun 2025.
Lukiswati menjelaskan, sejumlah destinasi wisata menjadi penyumbang terbesar PAD pariwisata pada 2025. Dander Water Park mencatat pendapatan tertinggi dengan nilai mencapai Rp497,9 juta, disusul Wisata Kayangan Api sebesar Rp480,8 juta.
Selain itu, Gedung Serba Guna turut menyumbang PAD sebesar Rp133,9 juta, sementara Waduk Pacal memberikan kontribusi sebesar Rp65,9 juta.
“Sementara objek wisata lainnya seperti Galeri Bengawan, Rumah Singgah Wonocolo, Pesanggrahan Klino, dan Padangan Heritage juga turut berkontribusi, meskipun nilainya belum terlalu besar,” imbuhnya.
Ke depan, Disbudpar Bojonegoro berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi di sektor pariwisata. Upaya tersebut meliputi peningkatan fasilitas, kebersihan, keamanan, serta penguatan promosi destinasi wisata.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik destinasi wisata agar sektor pariwisata Bojonegoro semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lukiswati. (sam)