BOJONEGORO - Sebuah solusi dan inovasi untuk membuka ruang kolaborasi dalam dunia usaha diluncurkan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro.
Melalui event Temu Bisnis dan Kemitraan Strategis Daerah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempertemukan para pihak mulai dari pengusaha toko modern, perbankan, dan Institusi pemerintah, BUMN, perhotelan hingga pelaku usaha mikro untuk bersinergi menuju kemandirian ekonomi.
Dalam kesempatan ini, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan mengajak semua pelaku usaha mulai kelas UMKM hingga pengusaha retail raksasa untuk saling bertukar informasi hingga diharapkan bisa terjadi transaksi bisnis.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, yang hadir dalam kegiatan ini menuturkan jika momen temu bisnis ini sangat penting dilakukan dan sangat apresiasi kepada dinas Perdagangan Koperasi dan usaha mikro yang bisa menciptakan program ini sehingga bisa memberikan wadah bagi para pelaku usaha.
"Tentunya ini jangan hanya semua seremonial, tapi ini bisa jadi tempat menyampaikan uneg-uneg pelaku usaha dan kegiatan ini bisa berkelanjutan," ucap Bupati Wahono.
Bupati Wahono juga mengatakan jika kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah Bojonegoro "Kulakan Masalah" agar kedepan pengusaha yang ingin berinvestasi bisa mendapat kejelasan dan kepastian mulai perijinan hingga lokasi usaha.

Dalam temu bisnis yang di gelar pada salah satu ballroom hotel di Jalan Veteran Kota Bojonegoro ini, Wakil Bupati Nurul Azizah menuturkan jika saat telah ada puluhan ribu pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Bojonegoro.
Serta ada beberapa program dari pemerintah yang bisa dijadikan peluang untuk memajukan produk makanan olahan para pengrajin UMKM.
"Salah satu peluang yang bisa diambil oleh para perajin UMKM di Bojonegoro saat ini ada program MBG, dimana bapak ibu bisa berkomunikasi untuk bisa kerjasama sebagai penyedia makanan ringan untuk mencukupi MBG yang tersebar di Bojonegoro," ucap Wabup Nurul dihadapan para pelaku UMKM. Kamis (11/12/2025).

Sementara itu, kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan usaha kecil, Retno Wulandari juga mendapat apresiasi dari perwakilan DPRD Bojonegoro. Doni Bayu Setiawan.
"Saya apresiasi sekali kepada dinas Perdagangan kali ini. Kurang lebih 10 tahun jadi DPRD baru kali ini ada pertemuan yang dihadiri oleh pengusaha, pelaku usaha yang memutar uangnya di Bojonegoro," ucap Doni Bayu Setiawan.
Kegiatan ini tentunya bisa jadi kolaborasi antara pemerintah yang hadir untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi halangan bagi para pelaku usaha dan bisa terpecahkan mulai dari sumber daya manusia, data tenaga kerja hingga hasil alamnya. (Adv)