BOJONEGORO — Dorongan peningkatan kompetensi tenaga muda di bidang konstruksi terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui pelaksanaan Uji Sertifikasi Jabatan Kerja Juru Gambar Bangunan Gedung Level 2 yang diikuti pelajar SMKN 2 Bojonegoro dari jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan. Program sertifikasi ini dinilai penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki bukti kompetensi yang dapat diandalkan ketika memasuki dunia kerja. Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi yang akan diperoleh peserta juga menjadi salah satu syarat utama yang kini dibutuhkan industri.

Kegiatan uji sertifikasi pada 19 November 2025 dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi generasi muda melalui sertifikasi.

“Kita harus menyiapkan generasi muda Bojonegoro yang benar-benar siap memasuki dunia kerja. Salah satunya melalui sertifikasi ini, agar mereka memiliki bukti kompetensi yang diakui dan mampu bersaing,” ujar Wakil Bupati Nurul Azizah.

Sementara pada hari kedua, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa penguasaan kemampuan teknis, terutama dalam bidang pergambaran bangunan, tidak lagi cukup hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah. Kemampuan tersebut harus dibuktikan melalui sertifikasi serta disesuaikan dengan perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk adik-adik generasi penerus, generasi ke depan untuk melakukan uji sertifikasi juru gambar gedung,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Ia menambahkan bahwa dunia konstruksi telah berkembang pesat mengikuti kemajuan teknologi, sehingga calon tenaga kerja harus terus meningkatkan kapasitas diri.

“Perlu mengikuti perkembangan zaman agar menambah referensi dan wawasan terkait gambar, karena itu adalah cara untuk berkompetisi. Teknologi yang semakin maju harus mampu diimplementasikan kepada konsumen yang akan digambarkan, yang mana ini akan menjadi penting dalam persaingan,” jelas Bupati Wahono.

Menurutnya, sertifikasi menjadi salah satu ukuran profesionalitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi lulusan SMK. Pemerintah juga berharap peserta benar-benar menguasai kemampuan teknis, bukan sekadar mengejar sertifikat.

“Kami ingin terus membangun generasi-generasi Bojonegoro yang unggul dan punya kompetensi yang bisa bersaing. Serta kami harap para peserta dapat meningkatkan keahlian ke depan agar menjadi generasi unggul dan memiliki kemampuan bisa menjawab tantangan zaman dan bisa menjawab keinginan dari konsumen atau keinginan dari peminta gambar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan, menjelaskan bahwa uji sertifikasi berlangsung selama dua hari, 19–20 November 2025, dan diikuti total 120 pelajar seluruhnya dari SMKN 2 Bojonegoro.

“Hari pertama tanggal 19 diikuti 50 pelajar dengan uji sertifikasi juru ukur, sedangkan tanggal 20 diikuti 70 pelajar dengan uji sertifikasi juru gambar gedung,” jelasnya.

Ivan berharap sertifikasi ini dapat langsung membuka peluang kerja bagi para peserta.

“Dengan diadakannya uji sertifikasi ini kami berharap setelah lulus sekolah para pelajar nantinya bisa langsung bekerja dan mempunyai sertifikasi,” ujar Chusaifi Ivan.

Melalui rangkaian sertifikasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap lahir tenaga muda yang siap kerja, kompeten, dan mampu bersaing di industri konstruksi yang semakin kompetitif. (sam)