BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merencanakan pembangunan dan revitalisasi kawasan strategis kota, meliputi alun-alun, pasar kota, serta Taman Rajekwesi. Penataan tersebut ditujukan untuk mewujudkan wajah kota yang lebih tertata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan bahwa rencana pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas. Ia mengakui, kondisi alun-alun Bojonegoro saat ini dinilai masih terbatas jika dibandingkan dengan konsep penataan yang akan dirancang ke depan.
“Kita tahu bersama bahwa kondisi alun-alun Bojonegoro sangat kecil kalau dilihat dari keinginan yang akan kita rancang, tapi pelan-pelan mana yang lebih dulu kita prioritaskan,” ujar Setyo Wahono.
Menurutnya, alun-alun merupakan wajah utama kota yang memiliki fungsi simbolik sekaligus ruang publik bagi masyarakat. Sementara itu, pasar kota dan taman berperan sebagai ruang gerak ekonomi lokal yang perlu ditata agar lebih nyaman dan produktif.
“Alun-alun sebagai wajah kota, serta pasar dan taman yang merupakan ruang gerak ekonomi lokal akan direvitalisasi dan diperbaiki. Tentu ini bukan pembangunan satu-satunya, semua akan dijalankan sebagaimana prioritas yang telah disusun,” tegasnya.
Rencana revitalisasi tiga lokasi tersebut turut memantik beragam respons dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan harapan dan masukan melalui kolom komentar media sosial Bupati Bojonegoro, setelah ia mengunggah aktivitas rapat bersama sejumlah pihak terkait penataan kawasan tersebut.
Akun media sosial dengan nama pengguna @ajarroby berharap pembangunan alun-alun menjadi prioritas utama. “Yang paling pembangunan alun-alun dulu, soalnya untuk keindahan tata kota Bojonegoro, menambah ikon wisata di Bojonegoro,” tulisnya.
Sementara itu, akun @zhaou.yun mengingatkan agar revitalisasi tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Yang penting pohonnya jangan ditebangi,” komentarnya.
Pemkab Bojonegoro diharapkan dapat menampung aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan revitalisasi tersebut. Pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada keindahan kota dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tetap ramah lingkungan serta berpihak pada kepentingan warga. (sam)