BOJONEGORO – Harapan warga Dusun Bunten, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, untuk segera menikmati akses jalan yang layak mulai mendapat perhatian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana memperbaiki jalan rusak sepanjang 1,5 kilometer yang melintasi kawasan tanah milik Perhutani.
Camat Kedungadem, Bayudono, mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju fasilitas umum dan berada di area Perhutani. Upaya pengajuan pembebasan lahan sudah dilakukan, namun hingga kini belum mendapat persetujuan. Meski demikian, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Jalan masuk tanah area perhutani. Kemarin sudah diajukan pembebasan tapi belum disetujui, dan rencana Pak Bupati mau untuk dibangun dengan dana CSR dengan model puzzle block,” ujar Bayudono.
Menurut Bayudono, pembangunan kemungkinan akan dimulai tahun depan. Karena status lahan masih milik Perhutani, pembangunan jalan tersebut nantinya bersifat nonpermanen.
“Kemungkinan di tahun depan mulai perbaikan, dan kawasan perhutani itu bisa dibangun tapi tidak permanen,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tondomulo, Yanto, membenarkan bahwa jalan sepanjang 1,5 kilometer yang rusak tersebut berada di tanah milik Perhutani. Pihak desa telah mengusulkan agar lahan itu masuk dalam Program Percepatan Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH), namun hingga kini belum mendapat keputusan.
“Panjangnya 1,5 kilometer yang belum dibangun dan itu tanah perhutani. Sebelumnya jalan tersebut sudah dimasukkan dalam PPTKH, tapi belum disetujui,” ungkap Yanto.
Ia menambahkan, warga dan pemerintah desa berharap agar Pemkab Bojonegoro bersama Perhutani dapat segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut demi memperlancar mobilitas warga serta mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan.
“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bisa bekerja sama dengan Perhutani supaya jalan ini segera dibangun. Karena ini jalur penting bagi warga,” pungkas Yanto.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan, menyampaikan bahwa Desa Tondomulo telah mendapat bantuan pembangunan jalan aspal melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025. Namun jika jalan rusak di kawasan Perhutani tidak dapat ditangani melalui BKKD karena status lahan, pihaknya akan menyiapkan alternatif pembiayaan lain.
“Desa Tondomulo mendapat bantuan BKKD berupa jalan aspal di tahun 2025. Terkait jalan rusak tersebut, jika tidak dapat dilaksanakan oleh program BKKD maka akan dicarikan solusi lainnya, salah satunya melalui program CSR,” terang Chusaifi Ivan. (hil/sam)