TUBAN - Satlantas Polres Tuban melakukan tindakan tegas terhadap aksi balap liar yang meresahkan masyarakat di Jalan Soekarno-Hatta (Ringroad), Tuban. Dalam operasi yang digelar pada Minggu (12/4/2026) dini hari, petugas menerapkan strategi barikade yang membuat para pelaku tak berkutik.

​Operasi ini melibatkan sedikitnya 65 personel gabungan. Petugas menutup seluruh akses jalan, termasuk jalan-jalan tikus di sekitar lokasi, sehingga para pemuda yang tengah asyik bersiap memacu kendaraannya terjebak tanpa celah untuk meloloskan diri.

​Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, Ipda Rizky Dwi P, mengungkapkan bahwa penertiban ini merupakan respons cepat kepolisian atas banyaknya laporan warga yang merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat aksi balap liar tersebut.

​"Kami dari Satlantas Polres Tuban atas perintah pimpinan dan banyaknya aduan masyarakat terkait balap liar di Jalan Soekarno-Hatta, malam sampai dini hari ini kita laksanakan penertiban," ujar Ipda Rizky Dwi saat ditemui di lokasi.

​Berdasarkan pendataan di lapangan, mayoritas pelaku yang terjaring adalah warga lokal Tuban yang masih berstatus pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa. Polisi juga mensinyalir adanya praktik taruhan di balik aksi adu kecepatan tersebut.

​"Hampir semua anak Tuban. Kalau indikasi taruhan, arahnya ke situ karena biasanya mereka coba-coba motor dulu sebelum balapan," tambah Ipda Rizky kepada suarasatu.com

​Mengenai jumlah kendaraan yang diamankan, Ipda Rizky menyebutkan angka sementara mencapai puluhan unit. "Perkiraan sekitar 60 sampai 70-an unit, tapi nanti kami pastikan kembali, kita data secara rinci karena ini masih tahap pengumpulan barang bukti," jelasnya.

​Seluruh kendaraan yang terjaring kemudian digiring ke Mapolres Tuban untuk diamankan. Ipda Rizky menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa penilangan.

Puluhan motor terjaring dalam penindakan balap liar di Tuban. Minggu (12/5/2026)

​"Motor dilaksanakan penahanan sementara. Untuk orangnya (pemilik) dipulangkan, namun hari Senin akan dilaksanakan penilangan," tegasnya.

​Melihat banyaknya pelaku yang masih di bawah umur, Ipda Rizky mengimbau para orang tua di Kabupaten Tuban untuk lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.

​"Kami mohon sangat untuk para orang tua untuk memberi nasihat kepada anak-anaknya. Jangan berbuat negatif dengan balap liar karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain dan mengganggu ketertiban umum secara umum di masyarakat," pungkas Ipda Rizky. (ain)