BOJONEGORO - Kabar mengejutkan datang dari klub kebanggaan warga Kabupaten Bojonegoro. Presiden Klub Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto, mendadak menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil usai tim berjuluk Laskar Angling Dharmo tersebut dipastikan tetap bertahan di kompetisi Liga 3 Nusantara.

​Informasi mundurnya Deddy terungkap langsung melalui unggahan di cerita Instagram pribadinya, @deddyadriant. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan salam perpisahan dan permohonan maaf kepada seluruh manajemen serta basis suporter setia Persibo.

​"Sepurane dulur, Aku tak mundur. Mugo-mugo sukses di musim berikutnya. Matur sembah nuwun dan hormat saya setinggi-tingginya untuk para suporter sing support ntek-ntekan. DTCN, Tribun Kidul, Boromania, Kalian luar biasa," tulis Deddy dalam cerita Instagramnya.

​Mundurnya Deddy dari kursi nomor satu manajemen Persibo ini diduga kuat dipicu oleh pernyataan Penasihat Persibo Bojonegoro, Nurul Azizah. Sebelumnya, Nurul sempat membeberkan bahwa manajemen saat ini tengah mengalihkan fokus utama untuk menaikkan Adhyaksa FC terlebih dahulu ke kasta tertinggi Liga 1, sebelum nantinya kembali fokus mengurus Persibo Bojonegoro.

​Pernyataan Nurul Azizah yang juga Wakil Bupati Bojonegoro tersebut terlontar dalam kolom komentar di akun TikTok pribadinya. Saat itu, seorang netizen dengan akun @why_dhiyaksa mempertanyakan nasib klub. "Bu, bagaimana nasib Persibo?" tulis akun tersebut.

​Menanggapi pertanyaan netizen, Nurul Azizah menjelaskan bahwa operasional Persibo selama ini sepenuhnya ditopang oleh dana mandiri dari manajemen dan belum mendapatkan suntikan dana dari sponsor luar. Mengingat Adhyaksa FC dan Persibo berada di bawah payung manajemen yang sama, prioritas pun harus dibagi.

​"Menjalankan Persibo murni uang manajemen. Tidak ada atau belum ada dana dari pihak manapun. Saat ini manajemen fokus mengantarkan Adhyaksa FC ke Liga 1 karena Adhyaksa dan Persibo berada dalam satu manajemen," jelas Nurul Azizah.

​Namun, Nurul memastikan kebangkitan Persibo akan tetap dipersiapkan dengan matang, termasuk pembenahan komposisi pemain serta fasilitas pendukung klub, segera setelah target untuk Adhyaksa FC tercapai.

​"Insyaallah sambil dipersiapkan pemain dan fasilitasnya. Setelah Adhyaksa adalah Persibo. Doakan setelah Adhyaksa akan proses membangkitkan Persibo. Manajemennya adalah Pak Eko Setyawan dan Pak Didik Farhan," tambah Nurul.

​Merespons dinamika mundurnya sang Presiden Klub, Konsultan Persibo Bojonegoro, Eko Setyawan, angkat bicara. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas totalitas yang telah diberikan Deddy Adrianto beserta jajaran manajemen selama menakhodai Persibo. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini menyebutkan bahwa tongkat estafet pengelolaan kini telah diamanahkan kembali kepadanya untuk target promosi di musim tahun 2026 ini.

​“Mas Dedi dan Pak Owen top banget luar biasa totalitas selama ini untuk persibo, melihat kesibukan Pak Owen dan Mas Dedi, Pak Owen amanatkan Persibo ke saya untuk promosi kembali musim Ini, bismillah,” ungkap Eko Setyawan.

​Saat disinggung mengenai apakah dirinya akan langsung mengisi kekosongan jabatan dan naik menjadi Presiden Klub yang baru, Eko menanggapi hal tersebut dengan santai. Baginya, status jabatan struktural tidak lebih penting daripada prestasi dan nasib Persibo ke depan.

​“Ga perlu jabat, yang penting tim bisa promosi,” pungkas Eko.