BOJONEGORO - Suasana di depan pintu gerbang pengeboran minyak Pertamina EP Sukowati Field, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, mendadak ramai. pada Minggu sore, (25/10/2026).

Sejumlah warga turun tangan langsung membentangkan dan memasang spanduk berukuran besar yang memuat deretan tuntutan keras terhadap manajemen Pertamina.

Iklan

​Spanduk putih dengan tulisan mencolok berbunyi "Tepati Komitmen dan Jangan Khianati Warga Ngampel!" dipasang tepat di area strategis akses masuk fasilitas pengeboran. Aksi spontan ini juga disaksikan dan dikawal langsung oleh aparat kepolisian serta petugas keamanan lokasi.

​Melalui spanduk tersebut, warga Desa Ngampel menyampaikan sedikitnya enam poin tuntutan utama yang meliputi desakan pencairan dana dukungan sarana dan prasarana sebesar Rp 200 juta per sumur dengan total Rp 400 juta untuk pembangunan masjid yang RAB serta rekening yayasannya disebut telah siap.

Wahyu

Selain itu, warga juga menuntut kejelasan pembahasan tenaga kerja lokal untuk area PAD A dan PAD B, kepastian ketersediaan 1.100 paket tali asih senilai Rp 200 ribu per paket, serta penjagaan komunikasi positif, koordinasi, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

​Warga turut meminta penempatan tiga driver ambulans untuk wilayah PAD A dan PAD B, serta memperingatkan pihak Pertamina dan vendor agar tidak "main mata" dengan oknum terkait proses rekrutmen security yang dinilai masih belum jelas siapa saja yang lolos.

"Iki nek ora enek jawaban sing jelas warga siap blokir pintu masuk pad A dan pad B" ucap Pamudji salah satu warga Ngampel. Minggu (25/10/2026).

​Meskipun aksi pemasangan spanduk di kawasan objek vital nasional tersebut berlangsung kondusif, warga berharap pihak manajemen Pertamina EP Sukowati Field segera merespons dan merealisasikan tuntutan yang telah disuarakan.

(ar/ss)