BOJONEGORO - Program angkutan pelajar gratis di Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 hingga kini belum kunjung beroperasi. Kondisi ini memaksa para siswa kembali menggunakan transportasi umum berbayar atau kendaraan pribadi, yang berdampak langsung pada dompet orang tua murid.
Sejumlah wali murid mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk menambah uang saku anak demi biaya transportasi ke sekolah.
"Sekarang uang saku anak-anak ya kita tambah, karena angkutan gratis dari pemkab sudah tidak ada," ujar Ita, salah satu warga Kecamatan Kalitidu saat ditemui, Senin (13/4/2026).
ita, yang anaknya bersekolah di Salah satu SMK di Kota Bojonegoro, menyebut beban pengeluaran hariannya naik signifikan. Ia setidaknya harus mengeluarkan uang tambahan setiap hari demi memastikan buah hatinya sampai ke sekolah.
"Setiap hari harus mengeluarkan tambahan sekitar Rp10 ribu untuk biaya transportasi dua anak," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa belum berjalannya program ini dikarenakan masih adanya proses teknis dan administrasi pengadaan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro, Evie Octavia M, memastikan bahwa layanan tersebut akan segera diaktifkan kembali dalam waktu dekat.
"Bulan-bulan ini insyaallah akan berjalan lagi. Saat ini masih menunggu proses pengadaan dan kami menggandeng pihak ketiga untuk program tersebut," kata Evie saat dikonfirmasi.Senin (13/4/2026).
Evie menjelaskan, terdapat perbedaan skema pembiayaan antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mengandalkan dana CSR tahun ini pemerintah akan menggunakan dana negara.
"Jika pada tahun sebelumnya program ini didukung dana CSR, maka pada 2026 akan menggunakan anggaran dari APBD," jelasnya.
Ke depan, Pemkab Bojonegoro berencana mengembangkan layanan ini dengan menambah rute baru agar jangkauan siswa yang terlayani semakin luas. Pengelolaan armada pun nantinya akan sepenuhnya melibatkan pihak ketiga.
Sementara itu, pantauan di di ruas jalan menunjukkan armada angkutan yang pada tahun 2025 melayani pelajar kini telah berubah status. Stiker bertuliskan "Angkutan Pelajar Gratis" yang sebelumnya menempel di kaca-kaca kendaraan kini sudah dicopot.
Hal ini menjadi penanda kuat bahwa status layanan gratis tersebut memang sedang dihentikan sementara, menunggu kontrak baru dan proses pengadaan dari pemerintah daerah selesai. (ain)