BOJONEGORO – Ketinggian muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan tren kenaikan hingga Jumat pagi (6/3/2026). Meskipun volume air terus bertambah, status debit sungai saat ini dilaporkan masih berada pada level Siaga Hijau. (Siaga 1).

​Berdasarkan data terbaru dari Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, kenaikan debit air terpantau konsisten sejak dini hari. Data pada papan ukur menunjukkan rincian sebagai berikut:

Lokasi Ukur Waktu Ketinggian (peilschaal) : Karangnongko pada jam 09.00 WIB 27,20. Sedangkan di papan ukur kota Bojonegoro pada pukul 09.00 WIB 12,89 Naik signifikan.

Petugas ukur Perum Jasa Tirta Asa III Bengawan Solo, Ali Santoso, menuturkan bahwa posisi air saat ini masih dalam kategori Siaga 1 dengan tren yang cenderung naik.

"Saat ini status Bengawan Solo di Bojonegoro Siaga Hijau. Dengan tren naik," ucap Ali Santoso pada Jumat (6/3/2026).

​Kenaikan debit air di wilayah hilir ini dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu menyusul adanya pembukaan pintu air di Waduk Gajah Mungkur. Hal ini mengakibatkan arus sungai mengalir cukup deras dengan warna kecoklatan akibat tingginya sedimen yang terbawa.

​Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan situasi secara berkala, mengingat tren kenaikan air masih berlangsung dan berpotensi terus meningkat jika suplai air dari wilayah hulu kembali bertambah.

​Sebagai informasi, berikut adalah ambang batas status pada masing-masing papan ukur:

  • Papan Ukur Karangnongko: Siaga 1 (29,00), Siaga 2 (29,50), dan Siaga 3 (30,00).

  • Papan Ukur Kota Bojonegoro: Siaga 1 (12,06), Siaga 2 (13,06), dan Siaga 3 (14,04).