TUBAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memacu Kabupaten Tuban untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui penguatan sektor industri pengolahan dan optimalisasi investasi yang selaras dengan target pembangunan nasional tahun 2027.
Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur menekankan bahwa arah pembangunan ke depan harus berfokus pada tema Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.
Strategi ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui peningkatan produktivitas, penguatan investasi, serta pengembangan sektor industri.
Emil Dardak menjelaskan bahwa pembangunan tahun 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui penguatan sektor industri dan pengembangan kawasan strategis.
Selain aspek ekonomi makro, prioritas pembangunan tetap menyasar isu fundamental seperti pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan.
Emil menegaskan bahwa pembangunan daerah harus mampu berkontribusi terhadap pencapaian target nasional, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pendapatan, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Secara spesifik bagi Kabupaten Tuban, Pemerintah Provinsi memberikan arahan agar daerah ini memperkuat konektivitas infrastruktur, termasuk dukungan terhadap pembangunan jalan strategis seperti jalan tol dan jaringan transportasi yang terintegrasi.
" Pembangunan infrastruktur ini dipandang sebagai kunci untuk membuka potensi kawasan strategis dan mempercepat distribusi ekonomi.' ucap Wabup Emil Dardak.
Sektor-sektor unggulan di Tuban seperti pertanian, industri pengolahan, pertambangan, hingga informasi dan komunikasi didorong untuk dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan iklim investasi juga ditekankan oleh kedua belah pihak sebagai faktor penentu dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban.
Emil Dardak mengingatkan bahwa keberhasilan agenda besar ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan guna mendukung percepatan pembangunan yang berkelanjutan di tengah tantangan anggaran.
Melalui sinkronisasi program dalam Musrenbang RKPD ini, diharapkan tercipta keselarasan kebijakan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan juga menjadi bagian penting agar pelayanan publik semakin berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan warga Tuban.
Dengan integrasi antara sektor industri yang kuat dan infrastruktur yang mumpuni, Kabupaten Tuban diharapkan mampu mencapai transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Di sisi lain, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky atau yang akrab disapa Lindra menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi.
Lindra memfokuskan penguatan pada sektor unggulan seperti pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan yang menjadi kekuatan utama Kabupaten Tuban.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan konektivitas infrastruktur dan peningkatan layanan dasar guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih cepat.
"Perencanaan pembangunan harus berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan, sehingga program yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Mas Lindra. Selasa (31/3/2026).
(ain)