BOJONEGORO – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro. Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di usia 71 tahun.

Kabar meninggalnya almarhum dibenarkan oleh kerabatnya, Sefta. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan jenazah Wahyu Subakdiono telah dibawa pulang ke kediamannya setelah sebelumnya berada di rumah sakit.
“Benar, Mas. Ini sudah dibawa ke rumahnya, dari rumah sakit,” kata Sefta saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).

Kepergian Wahyu Subakdiono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta keluarga besar PSHT Cabang Bojonegoro. Ucapan belasungkawa dan doa juga ramai disampaikan melalui status WhatsApp, grup percakapan, maupun media sosial.
Mantan ketua rayon PSHT Sukosewu Abror, mengenang Wahyu Subakdiono sebagai sosok yang mampu mengayomi para anggota. Menurutnya, almarhum tidak hanya berperan dalam organisasi PSHT, tetapi juga aktif dalam upaya menjaga persatuan antarkelompok di Kabupaten Bojonegoro.
Almarhum diketahui juga menjabat sebagai Ketua Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), organisasi yang menjadi wadah pemersatu berbagai perguruan pencak silat sekaligus berperan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Bagi Abror, sosok Wahyu Subakdiono memiliki arti penting bagi para anggota dan saudara seperguruan. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga besar PSHT dan komunitas pencak silat di Bojonegoro.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” pungkasnya.
(ar/ss)