BOJONEGORO - APBD Kabupaten Bojonegoro mengalami penyusutan signifikan dari Rp8 triliun menjadi Rp6 triliun pada tahun 2026, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa kualitas hidup masyarakat justru meroket.

Hal ini disampaikannya di hadapan ribuan jemaah Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Darussalam, Sabtu (21/3/2026). Di tengah penurunan anggaran tersebut, data BPS justru mencatat penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga kenaikan angka harapan hidup warga Bojonegoro dari 73 menjadi 75 tahun.

​Dalam momentum penuh kemenangan tersebut, Wabup Nurul Azizah didampingi Sekda Edi Susanto dan jajaran Kepala OPD, memaparkan capaian strategis setahun kepemimpinan bersama Bupati Setyo Wahono. Salah satu poin menarik yang diungkapkan adalah status Masjid Baabus Shofa yang per 20 Februari 2026 resmi menjadi aset Pemkab Bojonegoro.

Nurul menekankan bahwa fokus pembangunan tahun 2026 adalah menuntaskan "pekerjaan rumah" sosial yang tersisa. Target ambisius pun dipatok, yakni memastikan 5.610 anak yang belum bersekolah kembali ke bangku pendidikan dan menyambungkan aliran listrik bagi 776 keluarga yang selama ini masih gelap gulita.

Di sektor kesehatan, transformasi RSUD Bojonegoro menjadi rumah sakit tipe A yang bekerja sama dengan RSCM menjadi bukti nyata komitmen pelayanan prima bagi warga.

​Pemerataan pembangunan juga terus digenjot melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang menjangkau lebih dari 400 desa. Infrastruktur ikonik seperti menara Masjid Darussalam, revitalisasi Alun-alun, Pasar Kota, hingga rencana pembangunan jalur lingkar selatan dipastikan tetap berjalan sesuai rencana sebagai upaya menjadikan Bojonegoro wilayah yang makmur dan membanggakan.

​Rangkaian ibadah Idul Fitri tersebut ditutup dengan khutbah menyentuh dari H. Yogi Prana Izza bertajuk "Mengendalikan Ego Menyembuhkan Luka". Sang khatib mengingatkan pentingnya menundukkan batin dan melepaskan ego jabatan serta harta di hadapan Sang Pencipta.

Suasana hangat pun pecah usai salat, saat Nurul Azizah berbaur dan bersalam-salaman dengan jemaah, memperkuat ikatan antara pemimpin dan rakyatnya di hari yang fitri. (ain)