BOJONEGORO - Meski musim hujan mulai tiba, sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro masih mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan bahwa hingga Senin (13/10), pihaknya telah menyalurkan sebanyak 347 tangki air bersih ke 15 desa di 12 kecamatan. Distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan lapangan.

 

“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat. Jika situasi masih belum membaik, kami siap menambah distribusi,” ujar Heru Wicaksi kepada suarasatu.com.

 

Heru menambahkan, krisis air bersih masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mempengaruhi aktivitas pendidikan dan pelayanan publik. Salah satunya terjadi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, di mana fasilitas umum seperti sekolah mulai kesulitan mendapatkan air.

 

Meski hujan mulai turun di beberapa wilayah, intensitasnya belum cukup untuk mengisi kembali sumber-sumber air yang mengering sejak musim kemarau.

 

BPBD Bojonegoro memastikan akan terus melakukan pemantauan dan siap menyalurkan bantuan tambahan jika kondisi kekeringan belum sepenuhnya teratasi. (alf/af)