SURABAYA - Warga Jawa Timur tampaknya harus kembali memutar otak saat berbelanja ke pasar hari ini. Harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau kembali mengalami fluktuasi yang cukup dinamis. Berdasarkan data terbaru, beberapa komoditas dapur utama seperti bawang putih, cabai rawit, hingga minyak goreng kompak merangkak naik, sementara kelompok cabai merah dan bawang merah justru dilaporkan melandai.

​Memantau pergerakan harga sembako harian kini menjadi agenda yang tak boleh diabaikan oleh masyarakat. Informasi ini sangat krusial untuk membantu mengatur anggaran belanja harian sekaligus menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

​Merujuk pada data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada Selasa (16/6/2026) hingga pukul 10.20 WIB, lonjakan harga yang paling terasa ada pada sektor minyak goreng dan daging.

"Berdasarkan harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, bawang putih naik Rp 225 atau 0,66 persen, cabai rawit naik Rp 153 atau 0,25 persen, telur ayam kampung naik Rp 127 atau 0,27 persen," tulis laporan resmi tersebut.

​Tidak hanya itu, kenaikan juga merembet pada komoditas protein dan minyak goreng. Tercatat, daging sapi mengalami kenaikan sebesar Rp 786 atau 0,63 persen. Sementara untuk urusan goreng-menggoreng, minyak goreng curah naik Rp 274 atau 1,34 persen, minyak goreng premium naik Rp 235 atau 1,09 persen, dan minyak goreng kemasan sederhana ikut naik Rp 159 atau 0,86 persen.

​Meski beberapa komoditas bikin kantong menjerit, angin segar datang dari bumbu dapur lainnya yang justru kompak turun harga. Kabar baiknya, kelompok cabai merah dan telur ayam ras hari ini dilaporkan lebih ramah di dompet. "Sementara itu, bawang merah turun Rp 326 atau 0,73 persen, cabai keriting turun Rp 1.173 atau 2,81 persen, cabai besar turun Rp 659 atau 1,49 persen, telur ayam ras turun Rp 175 atau 0,69 persen, daging ayam kampung turun Rp 356 atau 0,51 persen," lanjut laporan Siskaperbapo Jatim.

​Secara rinci, harga rata-rata komoditas pangan di Jawa Timur hari ini berada di angka yang bervariasi. Untuk beras premium bertengger di harga Rp 14.941/kg, sedangkan beras medium di angka Rp 13.039/kg. Gula kristal putih dijual seharga Rp 17.239/kg. Di sektor perminyakan, minyak goreng kemasan premium berada di Rp 21.850/liter, kemasan sederhana Rp 18.762/liter, Minyakita Rp 16.321/liter, dan minyak goreng curah menjadi Rp 20.738/kg.

​Untuk kebutuhan lauk-pauk, daging sapi paha belakang rata-rata dibanderol Rp 125.734/kg, daging ayam ras Rp 32.536/kg, dan daging ayam kampung Rp 70.003/kg. Sementara telur ayam ras kini bisa ditebus dengan harga Rp 25.255/kg dan telur ayam kampung Rp 46.501/kg. Bagi yang mencari pasokan bumbu, harga cabai rawit merah hari ini mencapai Rp 60.951/kg, disusul cabai merah besar Rp 43.693/kg, cabai merah keriting Rp 40.606/kg, bawang merah Rp 44.156/kg, serta bawang putih di angka Rp 34.381/kg. Untuk kebutuhan gas elpiji rata-rata berada di angka Rp 19.944.

​Secara umum, perubahan harga sembako yang naik-turun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks di lapangan. Mulai dari hukum pasar terkait permintaan dan penawaran, faktor cuaca ekstrem atau perubahan musim yang mengganggu produksi pertanian, hingga kebijakan pemerintah terkait impor dan subsidi. Selain itu, kenaikan biaya produksi seperti harga pupuk dan bahan bakar, fluktuasi nilai tukar mata uang, inflasi, hingga masalah hambatan pada rantai distribusi logistik juga kerap menjadi biang kerok tidak stabilnya harga di pasar. Perlu diingat bahwa harga-harga tersebut merupakan angka rata-rata di wilayah Jawa Timur, sehingga fluktuasi harga riil bisa saja berbeda-beda di setiap pasar daerah Anda.