Bojonegoro - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di wilayah Bojonegoro dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai jadwal musim tanam.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuni Arba'atun, menyampaikan bahwa hingga akhir September, penyerapan pupuk subsidi memang belum optimal. Namun hal ini bukan disebabkan oleh hambatan distribusi ataupun kelangkaan, melainkan karena sebagian besar wilayah Bojonegoro belum memasuki masa tanam ketiga (MT3).

“Penyerapan pupuk subsidi menyesuaikan dengan siklus tanam. Saat ini banyak petani baru memulai persiapan lahan, jadi wajar bila serapan belum penuh. Begitu masa tanam dimulai, penyaluran akan meningkat signifikan,” ujar Yuni melalui keterangan pers yang diterima pada senin (13/10/2025).

Yuni menegaskan bahwa seluruh jenis pupuk subsidi baik Urea, NPK, maupun Petroganik telah tersedia di gudang-gudang distributor yang tersebar di seluruh kecamatan di Bojonegoro. Penyaluran pupuk dilakukan berdasarkan data kelompok tani yang telah terverifikasi melalui sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Pupuk subsidi tidak bisa disalurkan sembarangan. Harus sesuai data e-RDKK agar tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus bersinergi dengan distributor, kios resmi, dan petugas penyuluh lapangan untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar. Koordinasi dengan kelompok tani diperkuat agar penyerapan pupuk dapat berlangsung optimal, khususnya menjelang masa tanam Oktober hingga Desember 2025.

“Kami mengimbau para petani agar segera menebus pupuk sesuai alokasi kelompoknya saat masa tanam dimulai. Pemerintah menjamin stok pupuk aman, tidak ada kelangkaan,” tambah Yuni.

Dengan langkah tersebut, DKPP Bojonegoro optimistis serapan pupuk subsidi akan maksimal hingga akhir tahun dan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.