BOJONEGORO – Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di aliran Sungai Bengawan Solo akhirnya membuahkan hasil. Korban tenggelam bernama Muhadi (31), warga Dusun Payaman RT 03 RW 01, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, berhasil ditemukan pada Kamis pagi. pukul 09.15 WIB dalam kondisi meninggal.
Jasad korban ditemukan mengapung berjarak sekitar 500 meter dari Tempat Kejadian Musibah (TKM) awal. saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos berwarna biru dan celana pendek hitam, sesuai dengan ciri fisik berambut hitam lurus dan kulit sawo matang, namun alat setrum ikan yang dibawa saat kejadian tidak ditemukan.
Suasana duka yang mendalam berbaur ketegangan menyelimuti proses evakuasi di lapangan. Menggunakan tandu lipat darurat dan kantong jenazah berwarna oranye, sejumlah petugas dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur relawan tampak harus berjuang ekstra keras memikul jasad korban. Mereka harus berjalan kaki dengan langkah hati-hati meniti jalan setapak yang terjal, dipenuhi akar pohon yang menyembul, serta membelah rimbunnya kawasan hutan jati di pinggiran sungai. Di belakang iring-iringan petugas, puluhan warga setempat berkerumun menyaksikan proses evakuasi tersebut dengan raut wajah penuh kesedihan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Pasca-evakuasi dari sungai, jenazah korban langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUD Bojonegoro guna keperluan otopsi sebelum akhirnya diserahterimakan kepada pihak keluarga.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim SAR gabungan mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Satpol PP, pihak Pemdes, hingga masyarakat sekitar yang telah bahu-membahu tanpa kenal lelah sejak hari pertama. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.15 WIB berkat kerja sama solid di lapangan, dan saat ini jenazah sudah dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut," ujar Heru Wicaksi. Kamis (25/6/2026).
Heru Wicaksi juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan peringatan keras kepada warga masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, agar tidak meremehkan bahaya arus sungai, terutama saat beraktivitas di malam hari dengan peralatan yang berisiko tinggi.
"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati dan sedapat mungkin menghindari aktivitas berbahaya di aliran Sungai Bengawan Solo, seperti mencari ikan di malam hari atau saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Karakteristik arus sungai sulit ditebak dan medannya licin. Semoga kejadian memilukan ini menjadi pelajaran dan pengingat bagi kita semua untuk selalu mengutaman keselamatan diri," pungkas Heru Wicaksi