Tulungagung, Menjelang penyuntikan vaksin Covid-19, sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) mulai menggelar simulasi termasuk di Puskesmas Boyolangu.

 

 Hal ini dilakukan agar saat pelaksanaan vaksinasi nanti bisa berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

 

Selain dari petugas Puskesmas Boyolangu tampak hadir beberapa petugas dari lintas sektor seperti TNI dan Polri.

 

Mereka juga terlihat serius memperhatikan setiap tahapan mulai pasien datang, mendaftar, menunggu antrian, penyuntikan, dan observasi.

 

Kepala Puskesmas Boyolangu  Tulungagung Supriyono menjelaskan, adapun urutan seseorang yang akan mendapat vaksin Covid-19 yakni, pertama seseorang akan mendapatkan notifikasi sms blast dari pusat.

 

Setelah itu, seseorang tersebut harus melaksanakan verifikasi untuk memilih fasilitas kesehatan (faskes) dimana akan disuntik vaksin.

 

“Jadi mereka yang mendapat sms harus mengisi poin-poin yang tersedia dalam sms itu,” katanya.

 

Supriyono mencontohkan, jika orang tersebut tinggal di Kecamatan Boyolangu, maka dia bisa melakukan vaksinasi di Puskesmas Boyolangu atau diluar wilayah Boyolangu.

 

“Misalkan seseorang tersebut bekerja di daerah Blitar, dia bisa memilih fasilitas yang ada di Blitar termasuk tanggal penyuntikan,” jelasnya.

 

Setelah memilih faskesnya lanjut Supriyono , sesorang harus datang sesuai dengan tanggal yang disebutkan dalam notifikasi sms.

 

 Menurutnya, apabila seseorang menentukan tanggal 20 Januari dan Faskenya di Puskesmas Boyolangu, maka ia harus datang. Jika tidak sesuai jadwal, tentu tidak bisa dilayani.

 

“Setibanya di lokasi, mereka wajib menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menunggu antrian dengan jaga jarak, dan sebagainya” jelasnya.

 

Masih menurut Kepala Puskesmas Boyolangu setelah masuk gilirannya, mereka tinggal mengikuti urutan seperti mendatangi meja pertama untuk verifikasi data. Disitu, petugas akan mencocokkan NIK pada KTP kepada petugas.

 

“Apabila sudah clear, merek masuk ke meja kedua untuk dilakukan screening seperti pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, penyakit bawaan, dan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh petugas sesuai dengan blanko screening diaplikasi,” terangnya.

 

Kemudian meja ketiga, yaitu meja vaksinasi atau penyuntikan vaksin. Selanjutnya, meja keempat yang akan dilakukan pencatatan dan pelaporan.

 

Disitu, sasaran akan mendapatkan kartu imunisasi yang menunjukkan jika ia sudah divaksinasi.

 

“Nah setelah dari meja keempat, seseorang dimasukkan ke ruang observasi selama 30 menit sekaligus diberikan penyuluhan tentang Covid-19 termasuk sesuatu yang terjadi pasca penyuntikan,” imbuhnya.

 

Disinggung kapan vaksinasi di Kecamatan Boyolangu mulai dilaksanakan, Supriyonk mengaku sampai sejauh ini belum ada penjadwalan. Namun pihaknya sudah mempersiapkan secara optimal.

 

“Mengenasi jumlah sasaran yang divaksin juga belum ada keterangan. Informasinya data akan diberikan ketika H-1 pelaksanaan,” terangnya.

 

Supriyono menambahkan, sejauh ini pihak puskesmas juga sudah membuat microplaning mengenai pelaksaan vaksinasi. Misalnya, vaksinasi dilakukan pada hari Senin hingga Kamis yang terbagi dalam dua sesi setiap harinya.

 

“Sesi pertama dilakukan pada pukul 08.00 WIB s/d pukul 10.00 WIB dengan jumlah sasaran yang akan di vaksinasi sebanyak 15 orang,” jelasnya.

 

Kemudian dilanjutkan sesi kedua pukul 10.30 WIB s/d pukul 14.00 WIB juga dengan sasaran vaksinasi 15 orang. Artinya, dalam sehari bisa melayani sasaran vaksinasi sebanyak 30 orang.