TUBAN - Di tengah hiruk-pikuk arus mudik yang mulai memadati jalur pantura, sebuah pemandangan menyentuh hati sekaligus memilukan terjadi di jalan raya Pakah, Tuban, pada Rabu (18/3/2026) dini hari.

Seorang ibu dan anak laki-laki terlihat berjalan kaki dalam kegelapan malam, menyusuri jalan dari Surabaya dengan tujuan akhir Banjarnegara, Jawa Tengah.

Rasa lelah yang tak tertahankan memaksa mereka menepi untuk beristirahat di SPBU Gesing sekitar pukul 01.15 WIB. Beruntung, seorang operator SPBU yang sigap menyadari kondisi mereka dan segera melaporkan keberadaan keduanya kepada petugas piket pos lantas terdekat.

​Bripda Muhtarom yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Kanit Turjawali, Ipda Rizky Dwi Prasetyo, untuk menolong kedua pejalan kaki tersebut.

Tanpa membuang waktu, ibu yang diperkirakan berusia 50 tahun dan anak laki-lakinya yang berusia sekitar 25 tahun itu dijemput dan dibawa ke Pos Pelayanan Mudik Lebaran di Alun-alun Kota Tuban agar bisa beristirahat dengan layak. Di sana, terungkap alasan memilukan di balik kenekatan mereka menempuh jarak ratusan kilometer dengan berjalan kaki.

​Sambil menahan sedih, sang ibu bercerita bahwa mereka baru saja menempuh perjalanan jauh dari Kalimantan menuju Surabaya menggunakan kapal laut.

Naas, di tengah perjalanan di atas kapal, mereka menjadi korban kriminalitas yang membuat rencana kepulangan mereka berantakan.

"Korban Ibu dan anaknya mengaku kecopetan saat di kapal saat perjalanan dari Kalimantan ke Surabaya. Semua uang dan dompet yang juga berisi identitas diri hilang semua," ucap Kanit Rizky kepada suarasatu.com. Rabu (18/3/2026).

Ibu dan anak korban pencopetan diamankan petugas satlantas tuban untuk dibantu naik bis

Kehilangan harta benda dan identitas membuat mereka tidak punya pilihan lain. Bermodalkan tas berisi pakaian yang tersisa, keduanya memutuskan untuk berjalan kaki dari pelabuhan di Surabaya dengan harapan bisa sampai ke kampung halaman meski tanpa sepeser pun uang di saku.

Namun, perjalanan panjang tersebut akhirnya mendapat bantuan petugas kepolisian di Tuban yang merasa iba dengan perjuangan mereka. Pihak kepolisian pun memastikan bahwa perjalanan mereka tidak akan berlanjut dengan berjalan kaki lagi.

Ipda Rizky dan timnya membantu mencarikan transportasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang menuju ke arah Semarang agar mereka bisa segera bertemu keluarga.

"Korban hendak pulang ke Semarang, sehingga kita bantu untuk bisa naik bis AKAP. Kita bantu berhentikan bus, kita kasih ongkos naik bis dan uang saku agar bisa sampai di kampung halamannya Banjarnegara," imbuh Rizky.

Kini, berkat bantuan para petugas, ibu dan anak tersebut bisa melanjutkan perjalanan pulang dengan lebih tenang dan aman. (fx)