BOJONEGORO - Kondisi dua siswi MTsN 1 Bojonegoro yang menjadi korban kecelakaan maut mobil Avanza, Nikmatul Lisadah dan Trisna Erigiona, mulai menunjukkan perkembangan positif. Keduanya kini tengah menjalani masa pemulihan intensif di RS Bhayangkara Wahyu Tutuko setelah menjalani tindakan operasi besar.
Nikmatul Lisadah dilaporkan harus naik meja operasi akibat luka serius pada bagian kepala dan tangan kanan. Sedangkan Trisna Erigiona juga telah selesai menjalani tindakan medis serupa untuk menangani cedera pada tulang pinggulnya yang sempat bergeser akibat hantaman kendaraan.
"Alhamdulillah, operasi sudah dilakukan sejak Jumat sore sekitar jam 2. Kondisinya sekarang berangsur stabil dan sudah membaik," ujar Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin, Sabtu (2/5/2026).
Beriringan dengan penanganan medis korban, proses hukum atas insiden ini terus digeber oleh Satreskrim Polres Bojonegoro. Penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi untuk mendalami penyebab mobil yang dikemudikan manajer proyek konstruksi, Nurul Qomarulloh, meluncur tak terkendali di area sekolah.
Pemeriksaan marathon dikabarkan berlangsung hingga tengah malam. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, mulai dari perwakilan perusahaan kontraktor, guru pendamping sekolah, hingga pelatih pramuka yang berada di lokasi saat kejadian.
"Proses penyelidikan sudah berjalan. Tadi malam pemeriksaan saksi-saksi bahkan sampai jam 12 malam, termasuk pelatih pramuka Mas Nadif dan pihak perusahaan," tambah Saifuddin.
Trisna Erigiona. Trisna merupakan salah satu siswi yang berada di titik benturan paling parah saat mobil hitam tersebut nyelonong masuk ke area latihan pramuka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Trisna sempat terseret dan masuk ke dalam kolong mobil saat insiden terjadi. Akibat kejadian ini Trisna dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian tulang pinggul.
"Kondisinya memang cukup para. Trisna yang tadi sempat masuk ke bawah (kolong) mobil. Sekarang fokus ke penyembuhan tulang pinggulnya," ujar salah satu sumber di lokasi.
(ain)