BOJONEGORO – Penanganan medis terhadap para siswi korban serudukan mobil Avanza di MTsN 1 Bojonegoro terus berlanjut. Sore tadi, Nikmatul Lisadah, siswi yang mengalami luka serius di kepala dan keretakan pada tangan kanan, dikabarkan harus menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Bojonegoro.

​Kondisi Nikmatul yang terus mengeluhkan pusing hebat akibat benjolan di kepala sebelah kanan serta cedera tulang tangan kanan membuatnya harus segera mendapatkan penanganan bedah.

Suasana haru menyelimuti lorong rumah sakit saat pihak keluarga menunggu proses medis tersebut berlangsung.

Selain Nikmatul, terungkap pula kondisi memilukan yang dialami korban lain bernama Trisna Erigiona. Trisna merupakan salah satu siswi yang berada di titik benturan paling parah saat mobil hitam tersebut nyelonong masuk ke area latihan pramuka.

Trisna sempat terseret dan masuk ke dalam kolong mobil saat insiden terjadi. Akibat kejadian ini Trisna dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian tulang pinggul.

​"Kondisinya memang cukup parah. Selain saya, yang operasi sore ini, ada Trisna yang tadi sempat masuk ke bawah (kolong) mobil. Untuk penyembuhan tulang pinggulnya," ujar Lisadah di rumah sakit.

​Saat ini, kedua siswi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Bojonegoro. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kendaraan tersebut bisa meluncur tak terkendali di area sekolah yang sedang dalam tahap pembangunan ruang kelas baru tersebut.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin mengungkapkan, dari lima korban, dua siswi harus menjalani tindakan operasi akibat luka yang cukup serius. Sementara, tiga korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Dua masuk operasi. Tiga sudah pulang sebelum jumatan,” ungkap Saifuddin, Jumat (1/5/2026).

Saifuddin menjelaskan, kedua korban yang menjalani operasi mengalami cedera berbeda. Satu korban dikabarkan tulang pinggulnya bergeser. Sedangkan, satu korban lainnya mengalami keretakan pada salah satu tangannya.

“Satu korban yang dioperasi pinggulnya bergeser, satunya tangannya kemungkinan retak,” jelasnya. (ain)