BOJONEGORO - Semangat menghidupkan malam bulan suci Ramadan terpancar nyata di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Usai melaksanakan salat tarawih berjamaah, warga setempat rutin menggelar tradisi tadarus Al-Qur'an di Mushola Sabilunnaja.
Kegiatan yang diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua ini, telah menjadi agenda tahunan yang tak pernah surut.
Suara lantunan ayat suci yang saling bersahutan menciptakan suasana religius yang kental di tengah pemukiman warga desa.

Ketua pengurus Mushola Sabilunnaja, Utsman Fauzi, menyampaikan bahwa tadarusan ini bukan sekadar ibadah untuk mengejar pahala, melainkan juga menjadi wadah penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.
"Momen malam hari menjadi waktu yang tepat bagi warga untuk berkumpul dan membaca Al-Qur'an secara bergantian hingga larut malam setelah seharian sibuk dengan aktivitas masing-masing." ucap Ustman Fauzi. Kamis (5/3/2026)
Desa Sarangan memang dikenal memiliki akar budaya religius yang kuat, di mana tradisi tadarus ini biasanya dilakukan hingga mencapai khatam beberapa kali selama sebulan penuh.
Untuk mendukung suasana, warga secara swadaya menyediakan hidangan ringan bagi para jemaah yang mengaji. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan generasi muda tetap mencintai Al-Qur'an dan mampu menjaga tradisi baik yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Ar)