TUBAN - Ribuan pasang mata menyaksikan momen khidmat dalam rangkaian acara kirab Kimsin di Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban, hari ini. Salah satu prosesi yang paling mencuri perhatian warga dan umat adalah ritual pelepasan ratusan burung ke udara sebagai simbol kebebasan dan doa bagi keharmonisan makhluk hidup.

​Pantauan di lokasi, prosesi pelepasan burung ini dilakukan di halaman utama klenteng sebelum arak-arak Kimsin patung dewa dimulai. Suara kepakan sayap burung yang membubung tinggi diiringi oleh doa-doa dari para umat dan dentuman musik khas Tionghoa, menciptakan suasana yang semarak.

​Ritual ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari ajaran kebaikan untuk membebaskan makhluk dari kurungan.

​"Kita hari ini melepaskan kehidupan makhluk. Semua makhluk hidup berhak bahagia, sesuai dengan ajaran Buddha dan nilai-nilai kasih sayang yang kita yakini di sini," ujar salah satu perwakilan pengurus di sela-sela acara, Minggu (3/5/2026).

Kirab Patung di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. Minggu (3/5/2026).

​Ia menambahkan bahwa pelepasan burung atau yang sering disebut ritual Fang Sheng ini diharapkan dapat membawa keberkahan tidak hanya bagi umat, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Tuban.

​"Semoga dengan pelepasan ini, segala hambatan dalam hidup bisa terlepas dan berganti dengan keberuntungan serta kedamaian bagi bangsa dan negara," tuturnya.

​Selain pelepasan burung, kirab Kimsin ini juga dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan liang-liong yang memadati halaman klenteng.

Antusiasme warga Tuban pun sangat tinggi,mereka memadati kelwnteng tertua se asia untuk mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel masing-masing.

​Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Klenteng Kwan Sing Bio terpantau padat namun tetap terkendali oleh petugas polisi dan panitia setempat. (ain)