BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperluas jangkauan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) sebagai bagian dari program ekonomi berkelanjutan. Tahun ini, melalui anggaran Perubahan APBD (P-APBD) 2025, Pemkab menyalurkan paket bantuan GAYATRI berupa kandang, pakan, dan ayam petelur kepada 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 389 desa dan kelurahan di 28 kecamatan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, menjelaskan total anggaran program GAYATRI mencapai Rp86,7 miliar. Saat ini, proses distribusi bantuan sudah berjalan.

“Untuk kandang dan pakan sudah mulai dilakukan distribusi, sedangkan untuk ayam akan didistribusikan mulai akhir pekan ini sesuai dengan timeline,” ujarnya.

Sebagai langkah pendampingan, Disnakkan juga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh penerima manfaat. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam manajemen kandang, pemeliharaan ayam, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit.

“Saat ini kami masih gencar melaksanakan bimtek, setiap hari digelar di tiga lokasi, termasuk hari Sabtu,” jelas Fajar.

Bimtek dilaksanakan secara kondisional dengan melibatkan beberapa desa sekaligus dalam satu lokasi, antara 5 hingga 10 desa per sesi. Secara keseluruhan, rencananya ada 62 titik lokasi bimtek untuk menjangkau seluruh 5.000 KPM.

“Sekarang sudah berjalan batch kedua dengan peserta sekitar 1.320 KPM, sedangkan pekan lalu ada sekitar 630 KPM yang ikut bimtek,” tambahnya.

Melalui program GAYATRI, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat penerima dapat meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.