BOJONEGORO - Menjelang arus mudik Lebaran tahun 2026, upaya peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik mulai dilakukan secara masif di wilayah Jawa Timur.

Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan jalan berlubang di Jalan Nasional ruas Bojonegoro-Babat sepanjang 34 kilometer.

Langkah percepatan ini diambil mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai akses utama mobilisasi masyarakat saat hari raya Idulfitri 1447 H mendatang.

​Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 BBPJN Jawa Timur–Bali, Rizali Rahmanto, menegaskan bahwa penanganan kali ini tidak hanya mengandalkan metode tambal sulam biasa.

"Untuk titik-titik dengan kerusakan yang tergolong parah, pihaknya mengerahkan alat berat Cold Milling Machine (CMM) guna mengupas lapisan aspal lama sebelum dilapisi kembali." ucap Rizali. Jum'at (6/3/2026).

Hal ini dilakukan untuk memastikan permukaan jalan lebih rata dan memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan sekadar penambalan manual.

​Fokus pengerjaan tersebar di banyak titik mulai dari wilayah Babat hingga batas Kabupaten Bojonegoro. Target ambisius pun telah ditetapkan, yakni seluruh perbaikan harus rampung pada H-10 Lebaran.

Batas waktu ini sengaja diambil agar saat arus mudik mulai mencapai puncaknya, kondisi infrastruktur sudah dalam keadaan prima dan siap dilalui kendaraan dengan aman.

​Langkah taktis ini juga menjadi respon atas keprihatinan masyarakat terhadap kondisi Jalan Nasional Bojonegoro-Babat yang sebelumnya kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Dengan adanya perbaikan intensif ini, diharapkan risiko fatalitas akibat jalan berlubang dapat diminimalisir secara signifikan, sehingga tradisi mudik tahun ini dapat berjalan lebih lancar tanpa dihantui ancaman infrastruktur yang rusak.