BOJONEGORO – Usai rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348, suasana di Pendopo Malowopati masih tampak hijau dan asri. Ratusan tanaman hidup yang sebelumnya dikirim sebagai ucapan selamat kini memenuhi halaman pendopo, menggantikan tradisi karangan bunga yang biasa menghiasi peringatan HJB setiap tahunnya.

 

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Bojonegoro, Helmy Ali Fikri, mengatakan fenomena ini menjadi tren baru yang muncul atas inisiatif para pengirim ucapan, baik dari perusahaan maupun instansi pemerintah.

 

“Pemkab Bojonegoro tidak pernah memberikan instruksi kepada instansi atau perusahaan. Ucapan dengan tanaman hidup ini murni inisiatif masing-masing pengirim,” ujarnya.

 

Helmy menambahkan, inisiatif ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan limbah seperti karangan bunga. Ke depan, seluruh tanaman yang diterima akan dimanfaatkan untuk memperindah ruang publik.

 

“Rencananya akan kita tanam di beberapa tempat yang menjadi fasilitas umum di kabupaten Bojonegoro sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya.

 

Menurut Helmy, tren penggunaan tanaman hidup sebenarnya telah muncul sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, pada Februari lalu. Namun, jumlahnya kini meningkat pesat seiring semangat menjaga kelestarian lingkungan.

 

Langkah ini pun diharapkan menjadi awal dari perubahan kebiasaan dalam memberikan ucapan selamat, sekaligus memperkuat komitmen Bojonegoro menuju daerah yang hijau dan berkelanjutan. (alf/af)