BOJONEGORO – Tari kolosal “Bojonegoro Gemilang” dan penampilan Senam Kolosal Semaphore sukses memeriahkan puncak perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 yang digelar di Alun-alun Bojonegoro, Senin (20/10/2025).

Rangkaian acara dimulai dengan upacara peringatan HJB, kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni yang memukau dan sarat makna kebersamaan.

 

Tari kolosal Bojonegoro Gemilang menggambarkan harmoni masyarakat dalam keberagaman tradisi, spiritualitas, dan kedisiplinan. Sementara Senam Kolosal Semaphore menjadi wujud semangat generasi muda Pramuka Indonesia, dengan melibatkan 1.961 peserta dari SD dan MI se-Kabupaten Bojonegoro.

 

Alun-alun Bojonegoro menjadi saksi kemeriahan sekaligus simbol perjalanan panjang daerah yang kaya budaya dan penuh semangat gotong royong.

Pertunjukan Bojonegoro Gemilang melibatkan 348 penari yang terdiri atas perwakilan siswa-siswi SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bojonegoro, Paguyuban Jaranan dan Reog Bojonegoro, TNI Cilik binaan Kodim 0813 Bojonegoro, Komunitas Tari Sufi Bojonegoro, serta Grup Hadrah Al-Falab.

 

Penampilan diawali dengan Tari Tangsil yang melambangkan gotong royong masyarakat Bojonegoro, dilanjutkan dengan Rampak Oklik yang menghadirkan irama bambu penuh energi, menggambarkan semangat masyarakat dalam bekerja, berkarya, dan bersatu membangun kemajuan.

 

Selanjutnya tampil Dadak Merak, menghadirkan suasana megah dan penuh warna yang mencerminkan kebanggaan atas kekayaan budaya Nusantara.

Formasi PBB TNI Cilik kemudian menampilkan ketegasan dan kedisiplinan, sebagai simbol Bojonegoro yang tangguh, modern, dan berkarakter.

 

Penutup tarian diisi dengan Tari Sufi yang menggambarkan perjalanan spiritual masyarakat Bojonegoro. Gerak berputar yang penuh makna melambangkan doa dan ketulusan hati dalam mengabdi kepada Sang Pencipta.

Seluruh rangkaian pertunjukan berpadu membentuk harmoni simbol perjalanan Bojonegoro dari akar tradisi menuju masa depan yang gemilang.

 

“Bojonegoro Gemilang” bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ungkapan jiwa masyarakat atas tanah yang dicintai menuju Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.

 

Usai penampilan tarian kolosal, acara dilanjutkan dengan Senam Kolosal Semaphore yang diikuti 1.961 peserta Pramuka dari 22 lembaga SD dan MI se-Kecamatan Bojonegoro.

Jumlah peserta ini melambangkan tahun lahir Gerakan Pramuka Indonesia, 1961, sebagai tonggak semangat kepanduan yang terus menyala.

 

Dengan iringan musik khas Bojonegoro, para peserta menampilkan gerakan yang serempak, disiplin, dan penuh semangat kebersamaan.

Inilah wujud nyata semangat generasi muda Pramuka Indonesia tangguh, ceria, dan siap mengabdi untuk negeri.