BOJONEGORO – Kesucian bulan Ramadan di Desa Bareng, Kecamatan Sekar, Bojonegoro, ternoda oleh rentetan aksi kriminalitas yang meresahkan. Dalam sepekan terakhir, wilayah ini dihantui aksi pencurian yang kian berani. Puncaknya, bukan lagi barang mewah, namun uang receh hasil jerih payah tabungan anak-anak TK yang menjadi sasaran empuk tangan panjang.
Pagi itu, Kamis (5/3), keceriaan di TK Cinta Rosul 1 Dusun Krajan berubah menjadi suasana penuh keprihatinan. Para guru terperanjat saat mendapati kondisi sekolah yang acak-acak. Sebanyak 19 celengan milik siswa ditemukan dalam kondisi rusak parah; isinya ludes tak bersisa.
Uang yang dikumpulkan keping demi keping oleh para siswa kecil ini raib seketika. "Sebanyak 19 celengan mengalami kerusakan dan uang di dalamnya ikut hilang," ungkap Kasi Trantib Kecamatan Sekar, Suprapto, dengan nada prihatin. Sabtu (7/3/2026).
Aksi pencurian di TK tersebut hanyalah satu dari rangkaian horor yang menimpa warga Bareng. Rentetan kejadian bermula sepekan lalu saat sebuah sepeda motor hampir amblas dari halaman rumah warga. Beruntung, aksi tersebut dipergoki meski pelaku berhasil meloloskan diri ke kegelapan malam.
Tak berhenti di situ, sebuah toko kelontong juga menjadi korban keganasan sang "tangan panjang". Pemilik toko harus menelan pil pahit dengan kerugian mencapai Rp 50 juta setelah stok rokok dan sembako dikuras habis. Diduga kuat, pelaku yang sama berada di balik rangkaian teror ini.
Menanggapi situasi yang makin genting, warga tidak tinggal diam. Suprapto menegaskan bahwa semangat swadaya masyarakat melalui ronda malam akan kembali diaktifkan secara masif untuk menjaga keamanan desa dari ancaman pencuri yang kian nekat.
Di sisi lain, Kapolsek Sekar, AKP Bambang Junot Handoko, mengimbau warga untuk tidak memberikan celah bagi pelaku kejahatan. Ia menyoroti kebiasaan warga yang kerap memarkir kendaraan di halaman rumah tanpa pagar.
"Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati. Pastikan kendaraan diparkir di dalam rumah dan pintu terkunci rapat saat malam hari," tegas Kapolsek Jonet
Kini, warga Sekar berharap ketenangan mereka kembali pulih, agar sisa bulan suci ini bisa dijalani tanpa rasa was-was kehilangan harta benda, atau yang lebih menyakitkan: melihat tangis anak-anak yang kehilangan tabungan masa depannya.