BOJONEGORO - Suasana hangat menjelang Lebaran 2026 mulai menyelimuti Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
Sejak pertengahan Maret, hiruk pikuk pemudik yang memadati ruang tunggu dan peron keberangkatan menjadi pemandangan utama, menandai kerinduan masyarakat untuk segera berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Data menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dari angka 1.456 penumpang di tanggal 14 Maret, jumlahnya terus merangkak naik hingga menyentuh angka 1.874 orang pada 17 Maret kemarin. Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Budi Sugiarto, mengonfirmasi bahwa tren ini adalah gerbang pembuka arus mudik tahun ini.
“Sejak 14 Maret atau H-7, jumlah penumpang mulai mengalami kenaikan dibanding hari biasa, sekitar 10 hingga 12 persen,” ujar Budi pada Rabu (18/3/2026).
Lonjakan ini diprediksi hanyalah permulaan, mengingat puncak arus mudik biasanya baru akan meledak pada H-3 hingga H-1 Lebaran. Menghadapi potensi "tsunami" penumpang tersebut, pihak otoritas terminal telah memasang kuda-kuda dengan memastikan kesiapan sarana transportasi.
“Kami berkoordinasi dengan operator bus untuk menyiapkan armada tambahan jika diperlukan,” tambah Budi menekankan kesiapan timnya.
Di tengah antusiasme yang meningkat, keamanan dan ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama. Para penumpang sangat diimbau untuk lebih teliti memperhatikan jadwal keberangkatan dan ekstra waspada dalam menjaga barang bawaan mereka agar perjalanan mudik tetap aman dan berkesan. (fx)