BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus tancap gas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Melalui program Kolam Lele Keluarga (Kolega), Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengajak masyarakat untuk aktif menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui budidaya lele, bukan sekadar menjadi penonton.

​Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Nurul Azizah saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para penerima manfaat program Kolega di Balai Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang. Menurut Nurul, kunci keberhasilan program ini terletak pada semangat gotong royong serta kemauan masyarakat untuk terus berinovasi dalam menggarap potensi pasar ikan lele yang masih sangat terbuka lebar, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan.

​Melihat besarnya peluang bisnis tersebut, Pemkab Bojonegoro kini menggandeng berbagai pihak terkait untuk bersinergi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Nurul menekankan agar para penerima manfaat tidak ragu untuk bereksplorasi menciptakan nilai tambah pada produk mereka.

​"Kami ingin masyarakat mengambil peluang ini. Jangan ragu untuk berinovasi menciptakan produk olahan lele yang unik dan bernilai jual tinggi. Pemkab Bojonegoro akan selalu hadir sebagai mitra yang siap mendukung usaha bapak dan ibu," tegas Nurul Azizah.Kamis (16/7/2026).

​Dalam program ini, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dukungan berupa tiga buah kolam terpal berdiameter 2 meter. Selain itu, warga juga diberikan modal awal berupa 3.000 ekor bibit lele, tiga buah seser, pakan sebanyak 300 kilogram, serta tiga liter prebiotik untuk mendukung pertumbuhan ikan.

​Melalui bantuan stimulan ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat memicu kemandirian masyarakat sekaligus menjadikan Desa Pandantoyo sebagai desa percontohan dalam produksi lele di wilayah tersebut. Acara Bimtek ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Kepala Desa Pandantoyo, serta Sekretaris Kecamatan Temayang. (ss)