BOJONEGORO – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (23/1/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga di Desa Gading dan Desa Bakalan mengalami kerusakan.
Dampak angin kencang tersebut menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan puing-puing bangunan berserakan di sejumlah titik permukiman. Kerusakan rumah warga terlihat cukup parah, terutama pada bagian atap dan teras rumah.
Camat Tambakrejo, Kasmari, saat dikonfirmasi suarasatu.com membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa hujan disertai angin puting beliung menyebabkan beberapa rumah warga terdampak bencana.
“Benar mas, tadi hujan disertai angin puting beliung di wilayah Kecamatan Tambakrejo, tepatnya di Desa Gading dan Desa Bakalan, sekitar pukul 15.30 WIB, yang mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak,” ujar Kasmari, Jumat (23/1/2026).
Di Desa Gading, tercatat sebanyak dua belas rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan rata-rata terjadi pada bagian atap dan teras rumah akibat terpaan angin kencang, bahkan beberapa rumah juga tertimpa pohon yang roboh.
“Untuk Desa Gading, ada dua belas rumah terdampak. Rata-rata rusak di bagian atap dan teras, serta ada yang tertimpa pohon roboh. Penanganan awal sudah dibantu oleh Damkarmat Pos Ngambon,” jelasnya.
Sementara itu, di Desa Bakalan, tepatnya di Dusun Benet, ada lima rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah. Salah satu rumah yang terdampak berat adalah milik pak Gubrek, warga RT 04 RW 01, dengan kondisi genting tiga rumah rontok tersapu angin puting beliung.
Selain itu, rumah milik Agus Budianto di RT 04 RW 01 juga mengalami kerusakan pada bagian atap genting sebanyak dua rumah, serta dinding kayu di sisi kanan dan kiri rumah yang rusak akibat terjangan angin puting beliung.
“Untuk Desa Bakalan di Dusun Benet, ada lima rumah terdampak, dengan kerusakan paling parah di RT 04 RW 01,” tambah Kasmari.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro masih melakukan pendataan dan asesmen di lokasi kejadian. BPBD juga mengingatkan bahwa wilayah Kabupaten Bojonegoro saat ini masih berada dalam kondisi cuaca ekstrem.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (sam)