BOJONEGORO – Kericuhan diduga karena kecewa dengan keputusan wasit terjadi dalam pertandingan futsal FC Baru (BPKAD) dan Dishub FC pada kompetisi ASN League 2025, Jum'at malam (5/12) di Gedung Olahraga (GOR) Utama, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander Bojonegoro.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat aksi saling dorong, hingga adu jotos yang melibatkan beberapa pemain dari kedua tim, official, dan panpel pertandingan.
Adanya insiden yang viral ini, Asosiasi Futsal Kabupaten Bojonegoro menegaskan jika kejadian ini diduga karena adanya tim yang kecewa dengan keputusan wasit saat pertandingan di babak kedua.
"Iya benar kejadian itu, dipicu adanya tim yang kecewa dengan keputusan wasit, sehingga ada pemain yang memukul wasit. Panpel berusaha melerai malah kena pukul juga sehingga jadi ramai. Dan Panpel akhirnya hentikan pertandingan tersebut," terang Wakil ketua Afkab Fallailasyah kepada suarasatu.com. Sabtu (6/12/2025 ).
Meski sempat terjadi keributan saat pertandingan, wakil ketua Afkab Bojonegoro, Fallailasyah menuturkan, jika saat ini kedua tim sudah bertemu untuk mediasi bersama wasit dan panpel dan semua sudah saling memaafkan meski pil pahit harus diterima kedua tim karena harus rela dijatuhi hukuman diskualifikasi.
"Sudah bertemu semua pihak dan saling memaafkan. Tapi kedua tim di sangsi diskualifikasi," terang Fallailasyah.
Ajang kompetisi ASN League 2025 ini sebenarnya untuk mencari pemain berbakat di lingkup ASN Bojonegoro. Tapi malah dinodai dengan insiden yang memalukan.
"Ini kegiatan sebenarnya untuk pembinaan dan mencari bibit pemain di lingkup ASN. Sehingga kita berharap kejadian ini tidak terulang kembali." Imbuh Fallah.
Sementara itu, Panpel ASN League 2025 Bojonegoro, dalam pernyataan yang diterima suarasatu.com meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan viral di media sosial.
"Selamat Siang BFL Fans, kami atas nama Panitia Pelaksana ASN League 2025 sangat menyayangkan kejadian semalam hingga menimbulkan kegaduhan di media sosial. Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan atas kejadian yang mencoreng semangat sportivitas dalam olahraga,” tulis panitia BLF.
Panitia juga mengungkapkan bahwa pada Sabtu (6/12/2025) telah digelar pertemuan antara perangkat pertandingan, panitia, serta kedua tim FC Baru dan Dishub FC.
Dalam pertemuan ini, seluruh pihak sepakat damai dan menilai keributan terjadi akibat tingginya semangat dan tensi pemain dalam pertandingan.
Panitia juga memutuskan mendiskualifikasi kedua tim dari gelaran ASN League 2025. Selain itu, seluruh pemain dan official akan dikenai sanksi oleh Komisi Disiplin AFKAB Bojonegoro sesuai aturan yang berlaku. Untuk ASN yang terlibat dalam kericuhan, panitia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada institusi masing-masing.
“Sekali lagi kami memohon maaf dan akan mengevaluasi secara keseluruhan gelaran ASN League 2025. Seluruh pertandingan yang sudah dijadwalkan resmi kami tunda dalam waktu yang belum dapat ditentukan,” tulis Panpel BLF
Pertandingan penyisihan ini merupakan laga ke 14 ASN League 2025 dan terpaksa harus dihentikan akibat kericuhan yang melibatkan kedua tim, perangkat pertandingan, serta panitia pelaksana. (hil/sam)