BOJONEGORO - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Beged, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Seorang balita laki-laki berinisial TP (2) meninggal dunia setelah tercebur ke area persawahan yang terendam luapan air sungai setinggi 50 cm.
Kejadian memilukan itu terjadi pada Sabtu (11/4) pagi. Korban sempat dilarikan ke puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan medis selama satu jam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 07.00 WIB saat korban diajak ibunya berbelanja di sebuah warung. Saat sang ibu sibuk berbelanja, korban diketahui asyik bermain bersama teman sebaya di depan warung tersebut.

Namun, saat hendak diajak pulang, korban tiba-tiba menghilang dari pandangan. Pihak keluarga, termasuk kakek korban bernama Tasmin (58), langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.
"Diketemukan oleh kakeknya sudah tercebur di area persawahan yang ada genangan air akibat luapan sungai. Saat ditemukan kondisi korban masih dalam keadaan hidup," ujar Kapolsek Gayam AKP Amirul, Minggu (12/4/2026).
Korban segera dilarikan ke Puskesmas Purwosari untuk mendapatkan pertolongan darurat. Namun, takdir berkata lain. Setelah kurang lebih satu jam perawatan medis, korban dinyatakan meninggal dunia," imbuh Amirul.
Petugas polsek Gayam bersama tim medis telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh balita kelahiran Februari 2024 tersebut.
"Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ada bekas penganiayaan pada dada maupun punggung. Kesimpulan medis, korban meninggal dunia murni akibat tenggelam," jelas AKP Amirul.
Kondisi TKP sendiri merupakan area persawahan berlumpur dengan genangan air luapan sungai sedalam setengah meter. Posisi sawah berada sekitar 2 meter di bawah ketinggian jalan raya.
Pihak keluarga sangat terpukul atas musibah yang begitu cepat ini. Meski demikian, keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah dan langsung memakamkan jenazah di pemakaman desa setempat.
Kapolsek Gayam menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan memberikan peringatan keras kepada orang tua di wilayahnya.
"Atas nama Polsek dan pribadi, kami sampaikan duka cita mendalam. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama orang tua, agar senantiasa mengawasi anak-anak dengan ketat," tegas Kapolsek Amirul.
(ain)