BOJONEGORO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekar pada Selasa (2/12) sore memicu luapan Sungai Gadungan hingga menyebabkan banjir bandang di Desa Bobol. Satu RT di Dusun Kaliwates terdampak paling parah dengan ketinggian air lebih dari satu meter.
Banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika hujan lebat disertai angin kencang datang secara tiba-tiba. Air sungai meluap dan langsung mengalir ke permukiman, membuat warga tidak sempat mengevakuasi seluruh barang berharga mereka.
Kepala Desa Bobol, Saimo, mengatakan cuaca yang sebelumnya panas membuat warga tidak menyangka hujan deras bakal turun. "Warga tidak ada yang mempersiapkan diri karena pada siang hari cuaca panas, lalu mendung dan hujan deras datang dengan cepat," ujar Saimo.
Walaupun tidak ada korban jiwa, sejumlah rumah terendam dan berbagai harta benda rusak. Warga berupaya memindahkan barang sebisanya ke tempat lebih tinggi.
"Banjir melanda satu RT di Dusun Kaliwates, dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa barang berharga tidak sempat diselamatkan karena air dengan cepat masuk ke rumah," tambah Saimo.
Kondisi air kini mulai surut, namun pemerintah desa masih mendata kerugian.
"Kami masih melakukan pendataan, dan belum mengetahui jumlah pasti kerugian yang ditimbulkan," kata Saimo.
BPBD Kabupaten Bojonegoro juga telah menerima laporan kejadian tersebut.
"Kami baru mendapatkan laporan dari Pemerintah Desa Bobol dan akan segera menuju ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut," ujar Agus Purnomo, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro. (ar/sam)