BOJONEGORO – Banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (4/2/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur Desa Pragelan dan sekitarnya sejak pukul 17.00 WIB menyebabkan Kali Pacal meluap dan merendam permukiman warga hingga sejumlah fasilitas umum.

Di Desa Pragelan, sedikitnya 50 rumah warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa RT. Rinciannya, RT 03 sebanyak 5 rumah, RT 04 sebanyak 7 rumah, RT 05 satu rumah, RT 06 delapan rumah, RT 07 enam belas rumah, serta RT 08 tiga belas rumah.

Selain merendam rumah warga, luapan Kali Pacal juga menggenangi areal persawahan seluas kurang lebih 10 hektare. Tanaman padi berusia sekitar 40 hari dan tanaman brambang berumur 25 hari terdampak akibat genangan air.

Camat Gondang, Rachmad Sholeh Faroki, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat tingginya curah hujan dalam waktu singkat sehingga debit air Kali Pacal meningkat drastis.

“Hujan deras berlangsung sekitar satu jam dan menyebabkan Kali Pacal meluap. Air kemudian masuk ke permukiman warga dan fasilitas umum, termasuk Puskesmas Gondang,” ujar Faroki, Kamis (5/2/2026).

Di Desa Gondang, ratusan rumah di Dusun Gondang (Lor Kali) terendam air dengan ketinggian antara 30 hingga 50 sentimeter. Genangan terjadi di RT 01 hingga RT 04 RW 01, RT 05 hingga RT 08 RW 02, serta RT 11 RW 03. Total rumah terdampak mencapai 233 unit atau sekitar 318 kepala keluarga.

"Di Desa Gondang ada 233 rumah atau 318 KK yang terdampak banjir," kata Faroki.

Selain permukiman, banjir juga menggenangi jalan lingkungan dan jalan poros kecamatan sepanjang kurang lebih 30 meter. Sejumlah fasilitas umum seperti Puskesmas Gondang, masjid, dan gedung serbaguna turut terdampak. Sementara di Dusun Tikung, tercatat 23 kepala keluarga ikut terdampak banjir.

Faroki memastikan bahwa kondisi banjir mulai berangsur surut pada malam hari.

“Untuk Desa Pragelan, air sudah surut sekitar pukul 21.51 WIB dan warga masih bertahan di rumah masing-masing. Sedangkan di Desa Gondang, air mulai surut sekitar pukul 22.00 WIB,” jelasnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir luapan Kali Pacal tersebut. Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan. (sam)