BOJONEGORO – Jembatan di Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami keretakan pada beberapa bagian lantai betonnya. Padahal, jembatan tersebut baru selesai dibangun sekitar 7 bulan lalu.
Berdasarkan data pada papan informasi pembangunan di lokasi, proyek Pembangunan Jembatan Desa Kedungbondo ini didanai dari sumber Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) P-APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp687.588.000. Proyek tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kedungbondo dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.
Infrastruktur penyeberangan ini memiliki spesifikasi panjang 6 meter, lebar 6,7 meter, lebar lantai 5 meter, serta tinggi 5 meter. Namun, meski belum lama difungsikan, kondisi permukaan beton di sekitar jembatan sudah menunjukkan retakan memanjang yang cukup terlihat.
"Sangat disayangkan, bangunan baru hitungan bulan kok sudah retak-retak begini fisiknya," ujar salah seorang warga setempat berinisial H kepada suarasatu.com, Jumat (16/10/2026).
Tak hanya persoalan kondisi fisik lantai jembatan yang retak, warga juga mengeluhkan kondisi sekitar jembatan yang berdebu karena bagian sambungan jembatan hanya diuruk menggunakan batu putih (pedel).
Sementara itu, dari pantauan di lokasi bawah jembatan, pipa besi saluran air bersih Himpunan Petani Pemakai Air / Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) bantuan Pemkab Bojonegoro yang merupakan sarana air bersih warga sekitar tampak putus dan tergeletak menganggur di sisi pondasi jembatan.

Pipa penyalur air bersih tersebut kabarnya dibongkar saat pengerjaan konstruksi jembatan. Namun, hingga proyek selesai, pipa dibiarkan begitu saja tanpa disambung kembali oleh tim pelaksana. Padahal, sarana pipa HIPAM tersebut sangat diandalkan masyarakat setempat untuk menopang kebutuhan air sehari-hari, terlebih pada musim kemarau saat ini.
Di sisi lain, Kepala Desa Kedungbondo, Muh Fauzi, saat dikonfirmasi mengenai persoalan kerusakan jembatan, sumber dana proyek, maupun terputusnya saluran pipa air tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti.
"Setahu saya tidak ada. Bentar tak tanyakan Sekdes," ucap Kades Muh Fauzi singkat saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.
Masyarakat berharap pihak Pemkab Bojonegoro maupun instansi terkait segera turun tangan untuk meninjau mutu bangunan jembatan yang bersumber dari dana BKKD tersebut, sekaligus mendesak agar pipa pasokan air bersih warga segera dipasang kembali. (aa/ss)