BOJONEGORO - Terlanjur digali dengan eskavator tapi gagal dibangun saluran air permanen, beberapa warga Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, merasa kecewa dan berharap bekas galian dan halaman rumah yang rusak pavingnya segera diperbaiki.

Kepada suarasatu.com, Likah, salah satu warga terdampak, mengatakan bahwa kesalahan penggalian proyek tersebut sangat merugikan dirinya. Halaman rumahnya sudah digali, namun pekerjaan dihentikan dan hanya ditimbun kembali dengan tanah tanpa perbaikan paving.

“Awalnya saya senang karena mau ada pembangunan irigasi, meskipun memakan halaman sekitar setengah meter. Tapi ternyata tidak jadi dipasang uditch, hanya dikembalikan tanah galian saja. Saya sempat menanyakan perbaikan halaman ke Pak Lurah, tapi diarahkan ke pihak CV,” ujar Likah saat ditemui di rumahnya, Selasa (13/1/2026).

Likah menambahkan dirinya telah dijanjikan oleh pihak kontraktor dan Pemdes akan dikembalikan terakhir hari ini, tapi sampai kini belum terselesaikan.

"Harapan saya janji yang kemarin diberikan untuk membereskan kembali halaman yang sudah tergali terakhir hari ini bisa segera diselesaikan, karena ini sangat merugikan saya sampai sekarang belum ada kelanjutan pembenahan" tambah Likah.

Batal Dibangun Drainase, Warga di Bojonegoro Minta Bekas Galian dan Paving Diperbaiki
Bekas kesalahan penggalian proyek saluran irigasi

Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Trucuk, Sunoko, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor terkait. Ia memastikan paving halaman warga yang terdampak akan diperbaiki.

“Tanah galian yang batal dipasangi uditch memang sudah dikembalikan, tetapi pavingnya belum. Saya sudah menjanjikan paving akan disediakan dari desa dan penataannya dilakukan oleh tukang dari pihak kontraktor,” kata Sunoko.

Sunoko menjelaskan, kesalahan penggalian proyek uditch tersebut terjadi sepanjang sekitar 15 meter.

"Sekitar 15 meter panjangnya yang sudah terlanjur digali kemarin Jum'at itu, awalnya saya kaget kok disitu yang digali, akhirnya saya hentikan karena tidak sesuai dengan hasil survei awal dulu," imbuh Sunoko.

Ia juga menyesalkan pihak rekanan yang tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum melakukan penggalian di lokasi tersebut.

“Awalnya saya tidak diberi tahu akan dilakukan penggalian di titik itu. Setelah saya hentikan, baru ditunjukkan gambar perencanaannya, dan ternyata tidak sesuai dengan usulan saya saat survei. Saya meminta jalurnya dibelokkan karena rawan longsor jika dipasang lurus,” imbuhnya.

Terpisah, pihak Dinas Cipta Karya Pemkab Bojonegoro saat dikonfirmasi suarasatu.com adanya kejadian ini, telah melakukan koordinasi dengan pihak pemdes dan rekanan, agar keresahan beberapa warga Trucuk ini secara diselesaikan dengan baik.

"Iya sudah kita turunkan tim di lapangan untuk cek lokasi dan melakukan koordinasi kepada para pihak," ucap Kabid PSU Zunaidi kepada suarasatu.com.

Sebelumnya, video keresahan warga Desa Trucuk yang rumahnya terdampak penggalian proyek saluran air sempat viral di media sosial. Berdasarkan pantauan suarasatu.com di lokasi, hingga saat ini pengerjaan proyek saluran drainase masih terus dilanjutkan oleh pihak rekanan, CV Rendra Jaya asal Bojonegoro. (hil/sam)