BOJONEGORO – Seorang remaja bernama Muhammad Khoirul Anam (14), warga Dusun Gayam, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, dilaporkan tenggelam di embung desa setempat pada Rabu siang (10/12/2025). Sebelumnya, korban diketahui berenang di bawah pintu air Embung Kaligandong, Gayam, bersama lima temannya.
“Lokasi itu sebenarnya tidak terlalu dalam, namun korban (Khoirul) sempat tenggelam dan berhasil ditolong oleh teman-temannya,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Gayam, Narito.
Setelah itu, Khoirul dan teman-temannya pindah ke aliran atas pintu air. Padahal, di titik tersebut kedalaman air justru lebih tinggi. Diduga karena tidak bisa berenang namun tetap ikut melompat ke dalam air, korban akhirnya kembali tenggelam.
“Diduga korban tidak bisa berenang dan tenggelam,” tambah Narito.
Pihak keluarga yang menerima kabar tenggelamnya Khoirul langsung shock dan hingga sore hari tetap menunggu proses pencarian di lokasi kejadian.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 14.43 WIB dan segera mengerahkan personel ke lokasi. “Tim berangkat pukul 14.50 WIB dan tiba sekitar pukul 15.41 WIB untuk melakukan asesmen dan memulai pencarian,” jelas Agus.
Upaya pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar embung, titik terakhir korban terlihat. Hingga pukul 18.30 WIB, korban belum ditemukan.
“Pencarian kami hentikan sementara karena kondisi tidak memungkinkan. Besok pagi akan dilanjutkan dengan unsur gabungan,” ungkapnya.
Dalam operasi tersebut, BPBD bekerja sama dengan Satpol PP, Pemerintah Desa Gayam, Polri, TNI, serta warga setempat. Agus juga mengingatkan pentingnya pengawasan aktivitas anak-anak di area perairan.
“Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar embung,” pungkasnya. (sam)