TUBAN - Bulan suci Ramadan, keriuhan khas tampak menyelimuti halaman masjid Muhdor yang terletak di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.
Di tengah suasana sore yang teduh, aroma harum rempah yang tajam dan menggoda mulai menyeruak, menandakan bahwa kuliner legendaris yang menjadi primadona masyarakat setempat, yakni Bubur Muhdor, sedang diproses.
Bubur yang dikenal memiliki cita rasa khas timur tengah ini telah lama menjadi tradisi ikonik yang kehadirannya selalu dinantikan secara eksklusif hanya pada bulan Ramadan.
Keunikan Bubur Muhdor terletak pada perpaduan harmonis antara kekayaan rempah nusantara dengan teknik pengolahan khas Arab. Takmir masjid setempat, Alwi Ba'agil, mengungkapkan bahwa seiring berjalannya waktu, volume produksi bubur ini terus mengalami peningkatan yang signifikan demi memenuhi antusiasme masyarakat yang kian membludak.
"Untuk resep-resepnya sendiri ini berkembang, beras yang awalnya dulu 10 kilogram kemudian berkembang sampai 30 kilogram, karena peminatnya semakin banyak lagi," jelas Alwi. Senin(16/3/2026).
Tak hanya porsi beras yang ditambah, komposisi protein yang menjadi kunci kelezatan bubur ini pun turut ditingkatkan. Daging kambing yang menjadi campuran utama kini jumlahnya mencapai 15 kilogram dari yang semula hanya 10 kilogram. Penggunaan daging kambing berkualitas yang berpadu dengan bumbu khusus menciptakan karakteristik rasa yang kuat dan sulit ditemukan pada jenis bubur lainnya.

Alwi menegaskan bahwa ada rahasia di balik kelezatan hidangan ini yang membuatnya tetap istimewa dan tidak bisa dijumpai di luar bulan suci.
Menurutnya, dalam pembuatan bubur Muhdor ini terdapat resep atau bumbu khusus, sehingga rasanya tidak bisa ditemukan dimanapun selain bulan Ramadan.
Detail komposisi bumbu yang digunakan mencakup bahan-bahan lokal pilihan seperti bawang merah, bawang putih, kayu manis, serai, hingga beras berkualitas tinggi, yang kemudian dikolaborasikan dengan bumbu-bumbu rahasia asal timur tengah.
"Proses pembuatannya dimulai setelah dhuhur sampai sebelum ashar, kurang lebih prosesnya 2,5 jam," beber Alwi.

Tradisi berbagi ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh warga Tuban setiap sore menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar pukul 16.00 WIB, warga dari berbagai penjuru mulai memadati halaman masjid dengan membawa wadah masing-masing untuk mengantre pembagian bubur secara cuma-cuma.
Dari total 30 kilogram beras yang diolah setiap harinya, pihak takmir masjid mampu menyajikan sekitar 100 porsi besar yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Fenomena Bubur Muhdor ini bukan sekadar tentang pemenuhan rasa lapar, melainkan simbol kedermawanan dan perekat tali silaturahmi antar warga di Kabupaten Tuban selama bulan penuh berkah. (fx)