BOJONEGORO – Di tengah bayang-bayang krisis global yang kian memprihatinkan, ratusan warga Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, memilih untuk memperkuat benteng sosial mereka melalui jalur spiritual.
Pada Jumat malam (6/3/2026), Masjid Baiturrahman menjadi saksi bisu berkumpulnya jamaah dari berbagai penjuru desa untuk menghadiri pembukaan Safari Ramadhan lintas takmir masjid dan mushola se-Desa Kanten.
Kegiatan yang diinisiasi oleh para tokoh agama dan masyarakat setempat ini dicanangkan sebagai gerakan penguatan solidaritas sosial di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi wadah pemersatu umat di bulan suci.

Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahmani sekaligus tokoh masyarakat setempat, K.M. Taufiq Asyhuri, menekankan bahwa tema sentral yang diusung tahun ini adalah urgensi silaturahmi sebagai respons terhadap situasi dunia yang kian tidak menentu.
Beliau menjelaskan bahwa di saat stabilitas global sedang diuji, fondasi spiritual yang kuat harus dibangun mulai dari lingkup terkecil, yakni desa. Safari ini ditegaskan bukan sekadar seremonial rutin tahunan, melainkan sebuah ikhtiar kolektif masyarakat untuk mapak (menyongsong) kemuliaan malam Lailatul Qadar dengan hati yang bersih dan hubungan persaudaraan yang erat.
Rangkaian acara pembukaan tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an yang syahdu, dilanjutkan dengan tahlil kirim doa bagi para leluhur, serta lantunan Sholawat bil Qiyam yang menggetarkan jiwa.
Sebagai pilar edukasi spiritual dalam acara tersebut, Ust. Mundzib Ibrohim hadir memberikan tausiyah mendalam yang mengajak jamaah untuk merefleksikan makna Ramadhan sebagai momentum transformasi diri.
Melalui perpaduan antara ibadah ritual dan penguatan hubungan antar warga ini, Desa Kanten berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga kohesi sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.